SIAPA YANG MENANAM DIA YANG AKAN MENUAI

( Kultum Hari Ke-14 Oleh Kasie PHU H, Mudini, MM )

mudiniPribahasa “Siapa Yang Menanam Dia Yang Akan Menuai” adalah pepatah lama. Inti arti pepatah ini adalah Siapa yang menanam kebaikan akan menuai kebaikan dan siapa yang menanam keburukan akan menuai keburukan. Pepatah ini tampak sederhana namun pengertiannya mendalam. Bahkan berimplikasi bagi keberlangsungan hidup baik ataupun buruk.
Perjalanan hidup manusia berliku – liku dan penuh dengan tantangan dan cobaan. Kehidupan manusia dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, kemudian masyarakat yang berbangsa dan bernegara. Apapun yang terjadi Sang Pencipta ( Allah SWT ) menghendaki kita berusaha memimpin diri dengan baik dan bersikap baik terhadap lingkungan sekitar. Jika manusia frustasi, dan malas memimpin diri dengan baik tentulah akibatnya ditanggung sendiri dan akan menuai keburukan yang ditanam. Peran iman memang sangat penting dalam memimpin diri agar bisa menuai kebaikan bukan keburukan.
Ketika seorang ibu atau ayah menginginkan anaknya menjadi baik, menjadi hebat dan sukses namun, dalam mengatasi persoalan keluarga dengan cara yang tidak baik atau tidak bijaksana maka sulitlah mendapatkan anak yang diharapkan.
Bila kita melihat dalam kehidupan keluarga terdapat orang tua menasehati anak namun orang tua tidak mencontohkan apa yang dinasehati bahkan berperangai buruk maka orang tua tidak menjadi panutan bagi anaknya melainkan orang lain yang menjadi panutan.
Sangat disayangkan jika hal – hal tersebut dapat menyebabkan anak mencari jati diri diluar rumah yang belum tentu jujur untuk kebaikan dirinya. Jika kehidupan dalam keluarga sudah bobrok bagaimana kehidupan dalam masyarkat luas bisa menjadi baik.

Seorang anak yang terdidik baik maka dia tidak hanya dapat memimpin dan bermanfaat untuk dirinya namun juga dapat memimpin dan bermanfaat untuk  keluarga serta masyarakat. Beruntungklah bagi seorang ibu atau ayah yang menjadi idola bahkan panutan bagi anak – anaknya

 

Orang tua yang berlaku santun tidak selalu orang tua yang memiliki pendidikan tinggi, semuanya itu tergantung dari kebaikan akhlak yang ada pada diri seseorang. Tidak jarang orang tua yang miskin serta pendidikan rendah anak – anaknya mulia dan hebat.

 

Kebaikan akhlak yang ada pada diri seseorang dikarenakan seseorang mampu memimpin dirinya dengan baik dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirinya. Kebaikan akhlak juga karena seseorang mampu berperang dengan keburukan yang ada dalam dirinya. Keburukan diri sendiri selalu di support oleh Iblis dan harus dilawan oleh diri kita sendiri. Menurut islamberdasarkan sabda nabi Muhammad SAW bahwa perang paling besar adalah perang melawan keburukan diri sendiri. #Hasan*69

 

Check Also

penyerahan sertifikat tanah untuk pembangunan asrama haji

Keterangan Foto : Kabid PHU Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Banten H. Machdum Bachtiar Didampingi …