BALASAN ORANG YANG MENGAGUNGKAN DAN MEMPERINGATI MAULID NABI

Senin, 26 Oktober 2020 M/ 09. R. Awal 1442 H.

Oleh :A. Hasanuddin. HR.

“BALASAN ORANG YANG MENGAGUNGKAN DAN MEMPERINGATI MAULID NABI صلى الله عليه وسلم”

(Keutamaan Bersedekah Untuk Memperingati Maulid Nabi صلى الله عليه وسلم)

Telah berkata syeikh Abdullah bin ‘Isa Al-Anshori:

“Aku memiliki tetangga seorang wanita yang sholehah dan dia memiliki seorang anak laki-laki yang masih muda dan sholeh. Wanita itu hidup dalam kefakiran (miskin), dia tidak memiliki apa-apa kecuali uang sebanyak satu dinar hasil pekerjaan menenunnya. Kemudian wanita itu pun meninggal dunia. Dan anak laki-lakinya yang masih muda pun berkata; “uang satu dinar ini adalah (warisan) hasil dari pekerjaan menenun ibuku. Demi Allah, aku tidak akan menggunakannya kecuali untuk urusan akhirat”. Pada suatu hari keluarlah anak muda tersebut untuk sebuah keperluan bagi dirinya dan dia melewati sekelompok kaum yang sedang membaca Al-Qur’an dan melakukan kegiatan memperingati maulid Nabi
صلى الله عليه وسلم.
di bulan Robi’ul Awal. Maka anak muda itu ikut duduk bersama kaum itu dan ikut mendengarkan bacaan mereka. Kemudian pada malam harinya dia tidur dan dia bermimpi dalam tidurnya sepertinya hari Kiamat telah terjadi dan sepertinya ada malaikat yang memanggil-manggil; “Mana si fulan bin fulan”. Malaikat itu menyebutkan jama’ah (yang mengadakan kegiatan maulid Nabi tadi siang) lalu malaikat itu mengiringi mereka masuk ke surga dan pemuda ini ikut bersama mereka. Berkatalah Malaikat yang memanggil: “Sesungguhnya Allah تعالى telah menjadikan bagi tiap-tiap seseorang dari kalian akan sebuah gedung di surga. Maka masuklah anak muda itu ke dalam sebuah gedung yang dia belum pernah melihat gedung sebagus itu. Para bidadari di dalam gedung itu banyak sekali, dan di depan pintu-pintu gedung itu banyak para pelayannya. Tapi ada gedung-gedung lain yang lebih bagus dari gedung yang dia masuki. Maka anak muda tersebut berkeinginan untuk masuk ke dalam gedung lain yang lebih bagus itu. Ketika dia bermaksud untuk masuk, berkatalah kepadanya pelayan yang menjaga pintu gedung itu: “Gedung ini bukanlah untuk kamu. Gedung ini adalah untuk orang-orang yang melakukan peringatan maulid Rosulillah
صلى الله عليه وسلم.
Ketika pemuda itu bangun pada waktu pagi harinya, maka dia menggunakan uang satu dinar (warisan ibunya) untuk mengadakan peringatan maulid Nabi
صلى الله عليه وسلم,
karena merasa senang dengan mimpinya semalam. Diapun mengumpulkan orang-orang fakir miskin dan mereka bersama-sama berdzikir kepada Allah dan membaca Al-Qur’an serta membaca maulid Nabi
صلى الله عليه وسلم.
Dan dia menceritakan kepada jama’ah yang hadir tentang mimpinya semalam. Merekapun semua merasa bergembira mendengar cerita itu. Dan anak muda tersebut bernazar untuk tidak putus mengadakan kegiatan memperingati maulid Nabi
صلى الله عليه وسلم
(setiap tahunnya) selama hidupnya. Kemudian pemuda itu tidur (pada malam hari nya), maka dalam tidurnya dia melihat ibunya (yang sudah meninggal) ada dalam keadaan yang baik dan memakai perhiasan dari perhiasan surga. Dan pada si ibu tercium keharuman wangi-wangian surga. Kemudian dia mencium tangan ibunya dan ibunya mencium kepala anak muda itu sambil berkata: “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan wahai anakku! Sungguh telah datang kepadaku seorang Malaikat dan dia memberiku perhiasan ini”. Anak muda itu berkata kepada ibunya: “Darimanakah engkau mendapatkan kemuliaan ini?” Ibunya menjawab: “Karena kamu telah menggunakan uang satu dinar yang telah aku wariskan kepadamu untuk mengadakan peringatan maulid Sayyidil Awwalin wal Akhirin. Dan ini adalah balasan untuk orang-orang yang mengagungkan Nabinya dan mengadakan kegiatan untuk memperingati maulidnya.” (Dikutip dari kitab Targibul Musytaqin. hal. 4)

“Karena Itu, Mari Kita Bersedekah Untuk Mengadakan Kegiatan Peringatan Maulid Nabi
صلى الله عليه وسلم
Sebagai Ungkapan Cinta Kita Dan Mengagungkan Beliau Agar Kita Bisa Memperoleh Balasan Kebaikan. Meskipun Dengan Cara Yang Sederhana Dan Terbatas Serta Tetap Mematuhi Protokol Kesehatan”

Sahabat-Sahabat
رحمكم الله

Telah berkata Hasan Al-Bashri: ” Aku sangat suka, seandainya aku memiliki emas seperti gunung Uhud, maka pasti akan aku nafkahkan/gunakan untuk kegiatan membaca maulid Rosulullah
صلى الله عليه وسلم.”

Berkata Ma’ruf Al- Karokhy:
“Siapa orang yang menyiapkan makanan untuk kegiatan membaca maulid Rosulullah
صلى الله عليه وسلم،
dan dia mengumpulkan saudara-saudaranya, dia menyalakan lampu, dia memakai pakaian yang baru, dia menggunakan wangi-wangian dan dia berhias diri karena mengagungkan bagi maulidnya Rosulullah
صلى الله عليه وسلم
Maka Allah تعالى akan mengumpulkan dia pada hari Kiamat beserta kelompok yang pertama dari golongan para Nabi, dan adalah dia berada pada a’la ‘Iliyyin.” (Dikutip dari kitab I’anatut Tholibin. Juz. III. hal. 364)

“Dengan Bersedekah Dan Memperingati Maulid Nabi
صلى الله عليه وسلم
Sebagai Ungkapan Rasa Cinta Kita Dan Mengagungkan Derajat Beliau, Meskipun Dengan Cara Yang Sederhana, Terbatas Dan Tetap Mematuhi Protokol Kesehatan, Kita Berharap Bisa Memperoleh Syafa’atnya Dan Bisa Bersamanya Di Dalam Surga, Dan Semoga Wabah Virus Covid-19 Ini Segera Diangkat Oleh Allah تعالى Dan Negeri Ini Tetap Aman, Damai Dan Sejahtera”.

امين يارب العالمين

والله اعلم بالصواب

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Semoga Bermanfa’at.
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Monggo Diseruput ☕ Kopinya. #Editor Hasan*69

Check Also

penyerahan sertifikat tanah untuk pembangunan asrama haji

Keterangan Foto : Kabid PHU Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Banten H. Machdum Bachtiar Didampingi …