BULETIN JUMAT

KULTUM HARI KE-20Jum’at, 01 Nopember 2019 M/ 03 Robi’ul Awwal 1441 H.

“Gajah Berinisial ‘M’ Itupun Selamat Dari Hujanan Batu Yang Dibawa Burung Ababil “

Oleh : A. Hasanuddin. HR.

Ketika pasukan gajah yang berjumlah dua belas ekor yang dibawa oleh Abrahah untuk menghancurkan Ka’bah tiba di sebuah tempat dekat kota Makkah, maka pasukan itupun berhenti untuk istirahat. Kemudian keesokan harinya Abrahah pun bersiap-siap untuk memasuki kota Makkah. Maka dia pun mempersiapkan pasukannya dan gajah-gajah yang dibawanya. Salah satu gajah yang disiapkannya adalah seekor gajah yang paling besar dan paling kuat yang diberi nama (inisial) “M” yang disiapkan untuk menghancurkan Ka’bah. Kemudian seorang tawanan yang dijadikan penunjuk jalan yang bernama Nufail bin Hubaib mendekati gajah yang diberi nama (inisial) “M” itu, dia memegang telinga gajah itu sambil berbisik kepadanya: “Bersimpuhlah kamu wahai M, dan kembalilah kamu kenegara asalmu dengan pintar. Maka sesungguhnya kamu saat ini berada di negeri Allah yang suci.” Kemudian Nufail melepaskan telinga gajah itu. Maka gajah yang berinisial M itupun bersimpuh. Lalu Nufail buru-buru pergi menyelinap, dan berlari sekencang-kencangnya menuju puncak gunung. Gajah Abrahah yang berinisial M itupun tetap bersimpuh. Tentara Abrahah pun membangunkannya agar berdiri, tapi gajah itu tetap bersimpuh. Maka mereka memukulnya dengan tongkat kayu dan besi agar gajah itu berdiri, tapi tetap saja gajah itu tidak mau berdiri. Ketika gajah itu dihadapkan kenegeri Yaman, maka dia segera berdiri dan berlari. Begitu pula ketika dihadapkan ke negeri Syam dan ke arah timur, maka dia segera berdiri dan berlari. Ketika mereka menghadapkan gajah M itu kearah Makkah, maka gajah itupun kembali bersimpuh. Kemudian Allah تعالى mengirimkan burung-burung Ababil yang setiap seekor darinya membawa tiga butir batu kerikil yang besarnya hanya sebesar biji gandum. Satu butir pada paruhnya dan dua butir pada kakinya. Batu-batu itu dijatuhkan menimpa Abrahah dan bala tentaranya serta gajah-gajah yang lainnya. Batu-batu sekecil itu atas perkenan Allah, bisa membinasakan siapa saja yang tertimpanya. Sedangkan gajah M itu tetap bersimpuh dan selamat dari hujan batu yang di bawa oleh burung Ababil. (Dikutip dan diringkas dari kitab tafsir Ibnu Katsir, Juz. IV. hal. 2073. Tafsir Khozin, juz. IV. hal. 472. Tafsir As-Showie. Juz. IV. hal. 351-352)

Menurut satu pendapat, di setiap batu kerikil itu terdapat tulisan:
من اطاع الله نجا ومن عصاه غوى
“Siapa orang yang ta’at kepada Allah maka dia selamat dan siapa yang durhaka kepada Allah maka dia binasa.” (Tafsir Qurtubi. Juz. 20. hal. 193)

Sahabat-Sahabat
رحمكم الله

Bila seekor gajah saja Allah selamatkan dari kebinasaan dan azab-Nya karena memiliki rasa takut dan tunduk kepada Allah, lalu bagaimanakah dengan kita manusia yang dimuliakan oleh Allah?

Allah Ta’ala berfirman:
“Dan siapa orang yang ta’at kepada Allah dan Rosul-Nya dan takut kepada Allah dan bertaqwa kepada-Nya. Maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (QS. An-Nur :52).

Yakni:
“Mereka adalah orang-orang yang beruntung dengan memperoleh semua kebaikan dan mereka selamat/aman dari semua keburukan di dunia dan akhirat.” (Tafsir Ibnu Katsir. Juz.III. hal. 1319)

“Semoga Allah Masukkan Kita Semua Kedalam Golongan Hamba-Hamba-Nya Yang Ta’at Kepada-Nya Dan Rosul-Nya, Yang Takut Dan Bertaqwa Kepada-Nya, Sehingga Kita Bisa Memperoleh Kebahagian Dan Kebaikan Dan Diselamatkan Dari Semua Keburukan Di Dunia Dan Akhirat.”

امين يارب العالمين

والله اعلم بالصواب

مرحبا يا شهر ربيع الاول

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين

Semoga Bermanfa’at. #Editor Hasan*69

Check Also

penyerahan sertifikat tanah untuk pembangunan asrama haji

Keterangan Foto : Kabid PHU Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Banten H. Machdum Bachtiar Didampingi …