Dan Apabila Hamba-HambaKu Bertanya Kepadamu Tentang Aku, Maka Sesungguhnya Aku Adalah Dekat

( Kultum Hari Ke-13  Oleh Penyelenggara Bimbingan Syariah Drs. HM. Bahtera Yudha MM.)

bahtera “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah: 186)

Ini adalah kaidah (prinsip pokok ajaran) Al Qur’an dalam masalah keimanan, yang memiliki hubungan yang agung dengan salah satu ibadah yang paling agung, yaitu ibadah doa.

Amirul Mukminin Umar bin al-Khaththab berkata, ‘Sesungguhnya aku tidak menanggung kewajiban ingin dikabulkannya doa, akan tetapi aku menanggung kewajiban ingin berdoa, maka apabila aku diberi ilham untuk berdoa, maka sesungguhnya pengabulan doa akan datang bersamanya.’

Berdasarkan  besar kadar niat hamba, keinginannya, tujuannya, dan sikap antusiasnya, sebesar itu pula kadar taufik dan pertolongan Allah Ta’ala datang. Maka pertolongan dari Allah turun kepada hamba-hamba berdasarkan kadar keinginan, keteguhan, pengharapan, dan rasa takut mereka, dan sebaliknya kekalahan turun kepada mereka berdasarkan kadar hal itu juga, dan tidaklah orang yang kalah diberi (kekalahan) melainkan dari aspek penyia-nyiaan syukur, dan sikap melalaikan dalam menunjukkan rasa patuh dan berdoa, dan tidaklah orang yang menang diberi kemenangan dengan kehendak dan pertolongan Allah melainkan karena melaksanakannya terhadap sikap syukur dan benar dalam menunjukkan rasa butuh dan berdoa.

Diantara makna-mana yang penting yang layak dihadirkan oleh seorang hamba, pada saat dia sedang berdoa, adalah apa yang diisyaratkan oleh Imam Abu Sulaiman al-Khaththabi, tatkala beliau sedang membahas hikmah dan disyariatkannya doa, di mana beliau berkata,

“Dan sungguh Allah telah menetapkan agar hamba itu diuji dan digunakan, dan tergantung di antara pengharapan dan rasa takut yang mana keduanya merupakan dua tingkatan penghambaan diri supaya dengan hal itu terlaksanalah tugas-tugas yang dibebankan kepada dirinya, yang merupakan ciri khas setiap hamba, dan setiap makhluk yang diurus dan diatur.

Dan alangkah bahagianya  tatkala  memanfaatkan waktu-waktu dikabulkannya doa untuk bermunajat kepada Tuhannya, dan memohon kepadaNya dari luasnya karuniaNya dari kebaikan dunia dan akhirat

Kita memohon kepada Allah agar Allah menganugerahkan kepada kita sikap penyandaran diri yang jujur kepadaNya, bersimpuh di hadapanNya, kesempurnaan ketundukan kepadaNYa, kuatnya tawakal kepadaNya, dan tidak menjadikan kita sebagai orang-orang yang kecewa disebabkan dosa-dosa dan amal-amal kita yang kurang maksimal. #Hasan*69

Check Also

MEMELIHARA KESELAMATAN JIWA

Secangkir ☕Kopi Duha Senin, 06 September 2021 M/ 28 Muharram 1443 H. Oleh : A. …