EMPAT GOLONGAN YANG DIRINDUKAN SURGA

Kultum Hari Ke-2

Disampaikan Oleh : Drs. H. Samsudin, MM

( Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang )

Dalam sebuah hadis diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Nabi Muhammad SAW bersada : Yang artinya Surga itu merindukan empat golongan manusia, yaitu orang yang gemar membaca Al-quran, orang yang memelihara lisan dari ucapan keji dan munkar, orang yang memberi makan kepada orang yang kelaparan, dan orang-orang yang berpuasa di bulan ramadan. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Berdasarkan hadis di atas ternyata ada empat golongan yang dirindukan oleh Surga

Dilansir dari situs Kemenag Gorontalo, berikut penjelasan dari masing-masing golongan orang yang dirindukan surga.

Pertama. Orang yang gemar membaca Al-quran (Taalil Qur’an). Hampir setiap waktu dan kesempatan lisannya senantiasa digunakan untuk membaca kalam Allah. Selain dirindukan oleh surga, orang yang rajin membaca Al-quran, akan memperoleh ketenangan dalam hatinya. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Surat Ar-Rad ayat 28 :Yang artiya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Rad: 28).

Berdasarkan ayat di atas, dengan mengingat Allah SWT hati kita menjadi tenang. Dengan membaca kalam Allah, sejatinya kita senantiasa mengingat Allah yang maha pengasih dan maha penyang. Perhatikanlah, di zaman sekarang (zaman Now), banyak orang-orang yang mencari ketenangan di luar, dengan mengunjungi tempat-tempat mewah dengan dalih agar hatinya lebih tenang. walaupun harus mengeluarkan banyak uang. Alih-alih hati tenang, justru masih bersedih karena itu bukan solusi terbaik. Padahal kalau kita ingin maknai lebih dalam, Al-quran adalah obat hati bagi manusia agar hidup bahagia di dunia dan akhirat. Hal ini terdapat dalam surat Al-Isra : 82, Allah SWT berfirman : “Dan kami turunkan Al-Qur’an suatu yang menjadi obat penawar dan Rahmat bagi orang-orang yang beriman”.

Kedua. Orang yang selalu menjaga lisannya dari berkata kotor, mencaci maki, dan menghujat (Wa Haafidzii lisan). Saat ini, ada sebagian orang yang sering menghina, mencaci maki dan menyebarkan ujaran kebencian. Tidak peduli apa yang telah diucapkannya, asalkan tujuannya tercapai. Imam Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin, mengemukakan empat belas macam bahaya lidah, salah satunya adalah perkataan yang tidak bermanfaat yang dapat membuat hati kasar.

Olehnya orang yang dapat menjaga lisannya dengan baik, termasuk orang yang beriman. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW bersabda dari Abu Hurairah RA: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dari hari akhir  hendaklah dia berkata yang baik, atau diam. Barang siapa yang beriman kepada Allah dari hari akhir  menghormati tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dari hari akhir, maka hendaklah dia memuliakan tamunya.”(HR. Bukhari dan Muslim).

Ketiga. Orang yang memberi makan kepada orang yang kelaparan (Wa Muth’mimul Jii’an). Saat ini banyak orang yang membutuhkan bantuan, apalagi dalam kondisi mewabahnya pandemi Corona Covid-19. Banyak saudara kita yang terkena dampaknya. Sudah seharusnya kita saling membantu mereka yang saat ini dalam kesusahan. Ingatlah memberikan makan termasuk amal sosial yang mulia. Allah SWT akan membalas kebaikan yang kita lakukan.

Ketiga. Orang yang memberi makan terhadap orang yang kelaparan (Wa Muth’mimul Jii’an). Golongan ketiga adalah orang yang senantiasa membantu orang yang membutuhkan. Allah SWT akan membalas kebaikan yang dilakukan oleh hambanya. Bahkan, kelak di hari kiamat Allah SWT akan memberikan makan dari buah-buahan surga.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
Rasulullah SAW bersbda : “Siapa pun mukmin memberikan makan mukmin yang kelaparan, pada hari kiamat nanti Allah akan memberinya makanan dari buah-buahan surga. Siapa pun mukmin yang memberi minum mukmin yang kehausan, pada hari kiamat nanti Allah akan memberinya minum dari minuman surga. Siapapun mukmin yang memberikan pakaian mukmin lainnya supaya tidak telanjang, pada hari kiamat nanti Allah akan memberinya pakaian dari perhiasan surga” (HR. Tirmidzi)

Keempat. Orang yang berpuasa di bulan Ramadan (Wa Shooimiina Fi Syahri Romadan). Bersyukurlah bagi mereka yang senantiasa melaksanakan puasa di bulan Ramadan. Kehadiran mereka dirindukan oleh Surga. Bahkan Allah SWT telah menyediakan pintu bagi orang yang melaksanakan  ibadah puasa.

Dalam sebuah hadis dari Sahal RA, Rasulullah SAW bersabda : “Dalam surga ada pintu pintu yang disebut dengan Ar-royyan, yang pada hari kiamat tidak akan ada orang yang masuk ke surga melewati pintu itu kecuali orang-orang yang berpuasa. Tidak akan ada orang pun yang melewati pintu tersebut selain mereka selalu dikatakan kepada mereka: mana orang-orang yang berpuasa?. Maka orang-orang yang berpuasa berdiri menghadap. Tidak akan ada seseorang pun yang masuk melewati pintu tersebut selain mereka. Apabila mereka semua telah masuk semuanya, maka pintu itu ditutup dan tidak akan ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut. (HR. Bukhari).

Subhanallah begitu indahnya, Allah SWT telah memberikan balasan kepada orang yang berpuasa di bulan Ramadan. Bahkan, orang yang berpuasa disediakan pintu khusus masuk surga yang diberi nama Ar-royyan. Tidak seseorang pun yang dapat memasukinya selain orang yang berpuasa. Sungguh merugi orang yang masih diberikan kesempatan, kesehatan dan bertemu dengan bulan Ramadan, namun tidak dimanfaatkan untuk berpuasa.

Dengan demikian, marilah di bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini, kita dapat maksimalkan dengan kebaikan mulai dari membaca Al-quran, memberikan makan kepada orang yang lapar, menjaga lisan dari perkataan yang kotor, hingga melaksanakan ibadah puasa. Teriring salam dan doa, semoga Allah SWT selalu memberikan rahmat dan hidayah-Nya, agar kita senantiasa dekat dalam lindungan-Nya, dan termasuk orang yang dirindukan surga.

Check Also

SUKSESKAN MTQ XII TINGKAT KOTA TANGERANG

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Drs. H. Samsudin, MM., Beserta Jajaran Menghimbau Kepada Seluruh …