empat kelompok yang tidak mendapat ampunan pada lailatul qadr

Secangkir☕Kopi Pengantar Berbuka

Senin, 18 Mei 2020 M/ 25 Romadhon 1440 H.

Oleh :A. Hasanuddin. HR.

“Empat Kelompok Yang Tidak Memperoleh Ampunan Pada Lailatul Qadr”
(Upaya Menggapai Kebaikan Malam Seribu Bulan)

Salah satu keistimewaan bulan Romadhon adalah di dalamnya ada satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan (setara dengan 83 tahun, 4 bulan). Malam ini disebut dengan Lailatul Qadr yang tidak bisa ditemukan pada selain bulan Romadhon.
“…Padanya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa orang yang terhalang akan kebaikannya maka sungguh dia telah terhalang (memperoleh kebaikan).” (HR. Ahmad, Nasa’i dan Baihaqi dari Abi Hurairoh)

Beribadah satu malam pada Lailatul Qadr ini membandingi ibadah selama seribu bulan. (Tafsir Ibnu Katsir. Juz. IV. hal. 2052)

Tentang keberadaan Lailatul Qadr yang agung di bulan Romadhon ini, Rosulullah  صلى الله عليه وسلم
menegaskan:
“Carilah ia di sepuluh hari yang terakhir. Maka sesungguhnya Lailatul Qadr ada pada malam-malam yang ganjil; malam ke 21 atau malam ke 23 atau malam ke 25 atau malam ke 27 atau malam ke 29 atau malam terakhir di bulan Romadhon.” (HR. Ahmad dari ‘Ubadah bin Shomit)

Karena itu, bila sepuluh malam yang terakhir dari bulan Romadhon tiba, Rosulullah memperbanyak ibadah di malam-malamnya.
“Sesungguhnya Nabi, apabila telah masuk sepuluh malam yang terakhir (dari bulan Romadhon), Beliau menghidupkan malam-malamnya (dengan ibadah) dan membangunkan keluarganya dan mengikat erat pakaian ibadahnya.” ( HR. Bukhori dan Muslim dari sayyidah ‘Aisyah)

Menurut imam Al-Ghozali dan Syeikh Abil Hasan As-Syadzily, kebaradaan Lailatul Qadr dapat diketahui dengan kapan hari pertama bulan Romadhon tiba. Bila hari pertama jatuh pada hari Jum’at, seperti pada bulan Romadhon tahun ini, maka ان شاء الله Lailatul Qadr berarti ada pada malam tanggal ke 27, yang berarti malam Rabu besok malam. (I’anatut Tholibin. Juz. II. hal. 257/Tafsir As-Showie. Juz. IV. hal. 337).

Mari kita memperbanyak beribadah, meskipun di rumah saja, pada sepuluh hari yang terakhir di bulan Ramadhan ini, agar kita bisa menggapai kebaikan malam seribu bulan

Sahabat-Sahabat رحمكم الله

Al-Faqih Abu Laits, telah meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu ‘Abbas yang menyatakan bahwa pada Lailatul Qadr malaikat Jibril dan para malaikat turun kebumi untuk memberi ucapan salam kepada ummat Nabi Muhammad
صلى الله عليه وسلم
yang sedang melaksanakan ibadah, menyalami mereka dan mang-amin-kan do’a mereka sampai terbitnya Fajar.
Berkata malaikat Jibril;”Sesungguhnya Allah Memandang (dengan pandangan kasih sayang) kepada ummat Muhammad, dan mema’afkan mereka serta mengampuni mereka, kecuali terhadap empat kelompok, yaitu ;
1)- Orang yang selalu meminum khomer (sesuatu yang memabukkan).
2)- Anak yang durhaka kepada orang tua.
3)- Orang yang memutuskan tali sillaturrahim.
4)- Orang yang suka bermusuhan (membenci, mendendam dan mendengki)…(Tanbihul Ghofilin. hal. 117-118).

” Mari Kita isi Sepuluh Hari Yang Terakhir Di Bulan Romadhon Ini Dengan Berbagai Macam Ibadah Dan Amal Kebaikan, Meskipun Di Rumah Saja, Agar Kita Bisa Memperoleh Kebaikan Lailatul Qadr, Malam Yang Lebih Baik Dari Seribu Bulan, Dan Mari Kita Berdo’a Semoga Limpahan Keselamatan Dan Keberkahan Selalu Menyertai Kita Dan Keluarga Semua Dan Semoga Wabah Covid-19 Ini Segera Sirna .”

امين يا رب العالمين ويا مجيب الساءلين.

والله اعلم بالصواب

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Semoga Bermanfa’at. #editor : H@s@n*69

Check Also

penyerahan sertifikat tanah untuk pembangunan asrama haji

Keterangan Foto : Kabid PHU Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Banten H. Machdum Bachtiar Didampingi …