JANGAN TULISKAN BERITA PALSU

Secangkir ☕Kopi Dhuha

Jum’at, 02 Oktober 2020 M/ 14 Shafar 1442 H.

Oleh :A. Hasanuddin. HR.

“Jangan Sampai Tulisan Dan Share Kita Menjadi Dosa Jariyah Yang Tidak Terasa”
“(Menghindari Tulisan Dan Share Berita Bohong (Hoax)”

Salah satu dari ma’siat tangan adalah menulis sesuatu yang haram untuk diucapkan. Karena pena (qolam) adalah salah satu dari dua lisan. Karena itu kita di perintah untuk menjaga tulisan sebagaimana kita diperintah untuk menjaga lisan. (Is’adurrofiq. Juz. II. hal. 105)

Salah satu hal yang dilarang untuk diucapkan adalah ucapan bohong (Hoax). Ini berarti dilarang pula bagi kita untuk menulis atau men-share-nya :

“Apabila seorang hamba berbohong dengan sebuah kebohongan, maka malaikat akan menjauh darinya sejauh satu mil karena bau busuknya kebohongan yang dia datangkan.” (HR. Turmudzi dan Abu Nu’aim)

Bohong (Hoax) menurut Ahli Sunnah adalah: “Menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Sama saja dia mengetahui akan yang demikian itu dan dia sengaja melakukannya atau dia tidak mengetahuinya.” (Irsyadul ‘Ibad. hal. 71)

Berkata imam Syafi’i رضى الله عنه:
“Termasuk dari bohong (Hoax) yang samar adalah seorang manusia menyampaikan sebuah berita dari orang yang tidak diketahui benar dan bohongnya.” (Irsyadul ‘Ibad. hal. 71)

Dalam mengomentari hadits Nabi  صلى الله عليه وسلم
tentang dosa yang akan didapatkan oleh Qabil apabila ada seseorang yang terbunuh secara dzalim, karena Qabil telah menjadi manusia pertama yang melakukan pembunuhan, Imam Nawawi berkata:
“Hadits ini menjadi kaedah dalam Islam, bahwasanya setiap orang yang membuat sesuatu perbuatan keburukan, maka adalah atasnya seperti dosa orang yang mengikutinya dalam perbuatan tersebut seperti perbuatannya sampai hari kiamat.” (Syarah Nawawi ‘ala Muslim. Juz. 11.hal. 166. Pada hadits no. 1677 /Maktabah Syamilah)

Dalam sebuah hadits dijelaskan:
“Siapa orang yang membuat perbuatan keburukan dalam Islam, maka adalah atasnya dosa keburukan itu dan dosa orang yang melakukan keburukan itu setelahnya tanpa mengurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka yang melakukannya.” (HR. Muslim).

Menurut Ibnu ‘Alan As-Shidiqy, yang di maksud dengan keburukan (سيءة) adalah: “Perbuatan maksiat/dosa meskipun sedikit, dengan cara dia melakukannya kemudian dia diikuti, atau dia mengajak atas keburukan itu atau dia membantu atas keburukan itu. (Dalilul Falihin. Juz. II. hal. 136/Maktabah Syamilah)

“Mari Kita Jaga Tulisan Dan Share Kita, Jangan Sampai Berisi Berita Bohong (Hoax) Yang Bisa Menjadi Dosa Jariyah Tanpa Terasa.”

Sahabat-Sahabat رحمكم الله

Dalam sebuah sya’ir nya, Dzun Nun Al-Mishri mengatakan:

“Tidak lah seorang penulis kecuali dia akan mati #
Dan masa akan menetapkan apa yang telah ditulis oleh kedua tangannya.

Maka janganlah kamu tulis dengan telapak tanganmu selain sesuatu #
Yang dapat menggembirakanmu pada hari kiamat untuk melihatnya.” (Syarah Muroqil ‘Ubudiyah. hal. 73)

“Semoga Allah Selalu Melimpahkan Rahmat, Taufiq Dan Hidayah-Nya Kepada Kita Semua Sehingga Kita Bisa Selalu Menjaga Tangan Dan Tulisan Agar Bisa Menggembirakan Kita Di Hari Kiamat Kelak”

امين يارب العالمين

والله اعلم بالصواب

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Semoga Bermanfa’at.
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Monggo Diseruput ☕ Kopinnya. Editor#Hasan*69

Check Also

KEGIATAN PELATIHAN MANAJEMEN PERKANTORAN TEROTOMASI RESMI DITUTUP

KEMENAG KOTA TANGERANG NEWS. Kasubbag Tata Usaha kantor Kementerian Agama kota Tangerang H. Samsudin secara …