Dari Kanan Humas Kemenag Kota Tangerang Hasanuddin, SE, saat menyampaikan Materi Sosialisasi PBM 9&8 Pada Para RW dan Tokoh Agama

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PEMBINAAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA

Dari Kanan Humas Kemenag Kota Tangerang Hasanuddin, SE, saat menyampaikan Materi Sosialisasi PBM 9&8 Pada Para RW dan Tokoh Agama
Dari Kanan Humas Kemenag Kota Tangerang Hasanuddin, SE, saat menyampaikan Materi Sosialisasi PBM 9&8 Pada Para RW dan Tokoh Agama

KOTA TANGERANG – INMAS. Pada hari Selasa, Rabu dan Kamis saya melakukan studi banding ke Kupang Nusa Tenggara Timur. Disana saya melihat bahwa kerukunan antar umat bergama benar-benar dijunjung tinggi. Hal itu dikatakan oleh Kepala Kesbangpolinmas Kota Tangerang Drs. Temy Mulyadi, M. Si, saat menyampaikan sambutan pada acara Sosialisai Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006. Kepada Pengurus RW dan Tokoh Agama Se Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang. Sabtu, 10 Desember 2016. Bertempat di Aula Kecamatan Jatiuwung.

Di Kupang kalau belum lengkap persyaratan untuk mendirikan rumah ibadat apapun itu, apakah Gereja, Masjid, Wihara, Pura dan Kelenteng tidak akan diberikan ijin. Disana lebih banyak Gereja ketimbang Masjid sebab Penduduk yang beragama Islam kurang lebih Cuma sepuluh persen. Kerukunan umat beragama di Kupang cukup bagus. Mari kita ciptakan kerukuna Umat Beragama di Kota Tangerang “ Ungkapnya”

Pada kesempatan itu juga Kepala Kantor Kemenag Kota Tangerang yang diwakili oleh Humas Kemenag Kota Tangerang Hasanuddin, SE mengatakan. Berdasarkan Keputusan Menteria Agama ( KMA ) Nomor 39 Tahun 2015 Tentang Rencana Strategis Kementerian Agama Tahun 2015-2019. Salah satu Misi Kementerian Agama adalah Memantapkan Kerukunan Intra dan Antar Umat Beragama.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia dikenal dengan adanya “Trilogi” kerukunan umat beragama. Yaitu Kerukunan intern umat beragma, kerukunan antar uamt beragama dan kerukunan anatar umat beragma dengan pemerintah.

Kerukunan intern umat bergama berarti adanya kesepahaman dan kesatuan untuk melakukan amalan dan ajaran agama yang dipeluk dengan menhormati adanya perbedaan yang masih bisa ditolelir. Misal dalam Islam ( kita mengenal Empat Mazhab seperti Mazhab Syafii, Maliki, Hanafi dan Hambali )

Didalam Kristen ada Pantekosta, Adven Hari Ketujuh, Tiberias dll. Dalam Agama Katholik kita mengenal Katholik Ortodok dan Katholik Roma. Dalam Agama Budha juga ada Aliran Mahayana dan Teravada. Dan Dalam Agama Hindu kita juga mengenal Hindu Bali dan Kaharingan.

Sedangkan kerukunan antar umat beragma adalah menciptakan persatuan antar agama agar tidak terjadi saling merendahkan dan menganggap agama yang dianutnya paling baik dan paling benar. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari terbentuknya fanatisme ekstrim yang membahayakan keamanan dan ketertiban umum.

Bentuk nyata yang bisa dilakukan adalah dengan adanya dialog antar umat beragama yang didalamnya bukan membahas perbedaan akan tetapi memperbincangkan kerukunan dan perdamaian didalam masyarakat.

Bahwa didalam keghidupan bermasyarakat kita tidak lepas dari aturan pemerintah yang mengatur kehidupan bermasyarakat. Kita jangan hanya mematuhi hukum agama saja akan tetapi kita juga harus mematuhi hukum negara atau perundang-undangan ( Hasan-Inmas )

Check Also

MEMELIHARA KESELAMATAN JIWA

Secangkir ☕Kopi Duha Senin, 06 September 2021 M/ 28 Muharram 1443 H. Oleh : A. …