KEISTIMEWAAN HARI ASYURO

Secangkir โ˜•Kopi Duha

Rabu, 18 Agustus 2021 M/ 09 Muharram 1443 H.

Oleh : A. Hasanuddin. HR.

“Lebaran Anak Yatim?๐Ÿค””
(Tentang Keistimewaan Hari ‘Asyuro’/Tgl.10 Muharram)

Diceritakan:
“Bahwa di Mesir ada seorang laki-laki pedagang kurma yang bernama ‘Athiyah bin Kholaf. Awalnya dia termasuk orang yang kaya raya, kemudian dia jatuh miskin, sehingga dia hanya tinggal memiliki sehelai pakaian yang digunakan menutupi auratnya. Ketika tiba hari ‘Asyura, maka dia melaksanakan sholat Shubuh di masjid jami’ ‘Amru ibnu ‘Ash, dan kebiasaan masjid ini tidak didatangi oleh para kaum wanita kecuali pada hari ‘Asyuro untuk berdo’a bersama. Maka dia ikut berdo’a bersama sekelompok orang, dan dia berada di tempat yang agak jauh dari kaum wanita.

Maka datanglah kepadanya seorang wanita bersama anak-anak kecil. Maka wanita itu berkata: “wahai tuanku! Aku meminta kepadamu, demi Allah,akan sesuatu yang bisa menghilangkan kesusahanku dan engkau memberikan kepadaku sesuatu yang bisa aku gunakan untuk memenuhi kebutuhan makanan anak-anak ini. sungguh ayah mereka sudah meninggal, dan dia tidak meninggalkan sesuatupun untuk mereka. Dan aku adalah seorang Syarifah, aku tidak mengenal seseorangpun yang bisa aku tuju. Dan tidaklah aku keluar pada hari ini kecuali karena keadaan terpaksa yang mendorong aku untuk menampakkan diriku, dan ini bukanlah kebiasaanku”. Maka berkatalah Athiyah di dalam hatinya: “Aku tidaklah memiliki sesuatu, dan tidaklah ada padaku selain pakaian ini. Kalau aku mencopotnya maka akan terbukalah auratku, dan kalau aku menolak permintaannya, maka apa alasanku nanti di hadapan Rosulullah ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู….

Maka berkatalah Athiyah kepada wanita ini: “Ikutlah kamu bersamaku, sehingga aku bisa memberimu sesuatu.” Maka pergilah wanita itu bersamanya kerumahnya. Maka Athiyah memintanya menunggu di depan pintu rumahnya, dan dia masuk kedalam rumahnya dan mencopot pakaiannya, dan dia menggunakan sarung lusuh yang dimilikinya, kemudian dia memberikan pakaiannya kepada wanita itu melalui sisi pintu rumahnya. Maka wanita itu berkata: “Semoga Allah memakaikan pakaian untukmu dari perhiasan surga, dan semoga Allah membuatmu menjadi tidak membutuhkan terhadap orang lain selama hidupmu.” Athiyahpun merasa bergembira dengan do’anya si wanita. Lalu dia menutup pintu dan masuk kedalam rumahnya. Dia berdzikir kepada Allah Ta’ala sampai larut malam. Kemudian dia tertidur.

Maka dia bermimpi dalam tidurnya melihat seorang bidadari yang belum pernah ada orang-orang melihat wanita yang secantik bidadari itu. Di tangan bidadari itu ada buah apel yang harumnya semerbak memenuhi antara langit dan bumi. Kemudian bidadari itu memberikan apel itu kepadanya, maka dia membelahnya, maka keluarlah dari apel itu perhiasan dari perhiasan-perhiasan surga yang tidak bisa menyamainya dunia ini beserta isinya.

Kemudian bidadari itu memakaikan perhiasan itu kepadanya lalu bidadari itu duduk di pangkuannya. Athiyahpun bertanya: “Siapakah kamu ini?” Bidadari itu menjawab: “Aku adalah ‘Asyuro, istrimu di surga.” Athiyah bertanya lagi: “Dengan sebab apa aku bisa memperoleh kemuliaan ini?” Bidadari itu menjawab: “Dengan sebab do’a janda miskin dan anak-anak yatim yang kamu telah berbuat kebaikan kepada mereka kemarin.” Lalu Athiyahpun terbangun dari tidurnya dan dia merasakan kesenangan yang tidak mengetahui akan rasa senangnya itu kecuali hanya Allah Ta’ala. Dan sungguh menjadi harum semerbak tempat itu dengan keharumannya. Maka dia berwudhu dan melaksanakan sholat dua raka’at sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Ta’ala.

Kemudian dia mengangkat pandangannya ke atas sambil berdo’a: “Wahai Tuhanku! Jika memang mimpiku itu benar dan bidadari ini adalah istriku di dalam surga maka cabutlah (ruh) ku untuk berjumpa dengan-Mu.” Belumlah lah Athiyah menyempurnakan ucapannya sehingga Allah segerakan ruhnya menuju surga Darussalaam.” (Dikutip dari kitab Irsyadul ‘Ibad, hal. 49-50)

Sahabat-Sahabat ุฑุญู…ูƒู… ุงู„ู„ู‡

Lebaran anak Yatim pada hari ‘Asyuro tidaklah sama dengan ‘Iedul Fitri dan ‘Iedul Adha.
Lebaran Yatim hanyalah sebatas sebuah ungkapan untuk memberikan kegembiraan kepada mereka dengan berbuat baik, mengasihi dan menyantuni mereka pada hari itu. Meskipun sudah barang tentu berbuat baik, mengasihi dan menggembirakan anak Yatim tidak lah khusus tertentu pada hari ‘Asyuro saja, melainkan dianjurkan dilakukan setiap saat dan kapan saja. Cuma memang pada hari ‘Asyuro’ memiliki ke istimewaan tersendiri;

“…dan siapa orang yang mengusapkan tangannya atas kepala anak Yatim pada hari ‘Asyuro (sebagai ungkapan rasa kasih sayang) maka Allah tinggikan baginya dengan setiap helai rambut (yang diusap) nya satu derajat…” (diriwayatkan dari ‘Abdullah ibnu Abbas dalam kitab Tanbihul Ghofilin, hal. 122-123/ Al-Guniyyah, hal. 387)

Di samping itu, ada pula ibadah-ibadah dan amal kebaikan lain yang dianjurkan untuk dilakukan pada hari ‘Asyuro’ yang istimewa ini, di antaranya:

– Melaksanakan Puasa Sunnah
Dalam sebuah hadits dijelaskan:
“Rosulullah ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ditanya tentang puasa pada hari ‘Asyuro’. Maka Beliau menjawab: “(Berpuasa pada hari ‘Asyuro’) dapat menghapus dosa satu tahun yang telah lalu.” (HR. Muslim dari Abi Qotadah)

-Bershodaqoh
Diriwayatkan dalam sebuah hadits:
“Siapa orang yang berpuasa pada hari ‘Asyuro’ maka dia sepertinya berpuasa dalam satu tahun, dan siapa orang yang bershodaqoh pada hari ‘Asyuro’ maka adalah dia seperti bershodaqoh satu tahun.” (HR. Abu Musa Al-Madini dari ‘Abdullah bin ‘Umar)

-Memberikan Keluasan Terhadap Keluarga
Diriwayatkan dalam sebuah hadits:
Siapa orang yang memberikan keluasan terhadap keluarganya (dalam memberi nafkahnya) pada hari ‘Asyuro’ maka Allah akan memberikan keluasan kepadanya dalam satu tahunnya semuanya.” (HR. Thobroni dan Baihaqi dari Abi Sa’id)

Berkata Sufyan bin ‘Uyaynah: “Saya telah mencoba mengamalkan hadits ini selama lima puluh tahun atau enam puluh tahun, maka saya mendapatkannya seperti itu.” (Dikutip dari kitab Irsyadul ‘Ibad. hal. 49)

“Semoga Allah Selalu Limpahkan Rahmat Dan Taufiq Serta Anugerah-Nya Kepada Kita Semua, Sehingga Kita Bisa Selalu Mengasihi Dan Menyayangi Anak-Anak Yatim Serta Menggembirakan Mereka, Agar Kita Bisa Memperoleh Kemuliaan Dan Derajat Yang Tinggi Di Sisi Allah. Dan Semoga Kita Bisa Mengisi Hari ‘Asyuro’ Yang Istimewa Ini Dengan Berbagai Macam Amal Kebaikan Lainya Agar Kita Bisa Memperoleh Keberkahannya”

ุงู…ูŠู† ูŠุงุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

ูˆุงู„ู„ู‡ ุงุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ

-ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ูˆุณู„ู… ูˆุจุงุฑูƒ ุนู„ู‰ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุงู„ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ
-ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ูˆุณู„ู… ูˆุจุงุฑูƒ ุนู„ู‰ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุงู„ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ
-ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ูˆุณู„ู… ูˆุจุงุฑูƒ ุนู„ู‰ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุงู„ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ

Semoga Bermanfa’at.
๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

Monggo Diseruput โ˜• kopinya ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

eDITOR #hASAN*69

Check Also

penyerahan sertifikat tanah untuk pembangunan asrama haji

Keterangan Foto : Kabid PHU Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Banten H. Machdum Bachtiar Didampingi …