keistimewaan lailatul qadr

Secangkir☕Kopi Dhuha

Rabu, 05 Mei 2021 M/ 23 Romadhon 1442 H.

Oleh :A. Hasanuddin. HR.

“Keistimewaan Lailatul Qadr”
(Upaya Menggapai Kebaikan Malam Seribu Bulan)

Salah satu keutamaan bulan Romadhon adalah di dalamnya ada satu malam yang istimewa yang nilainya lebih baik dari seribu bulan (setara dengan 83 tahun, 4 bulan). Malam ini disebut dengan Lailatul Qadr yang tidak bisa ditemukan pada selain bulan Romadhon.
“…Padanya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa orang yang terhalang akan kebaikannya maka sungguh dia telah terhalang (memperoleh kebaikan).” (HR. Ahmad, Nasa’i dan Baihaqi dari Abi Hurairoh)

Menurut Ahmad As-Showie, ada tiga pendapat tentang ma’na Lailatul Qadr ini:
1). اي الشرف والعظم = Malam kemuliaan dan keagungan.
Karena agungnya nilai malam ini di sisi Allah تعالى
2). تقدير الامور = Malam ketetapan semua urusan.
Karena pada malam ini Allah تعالى telah menetapkan apa-apa yang Allah kehendaki dari urusan-Nya untuk makhluk-Nya dalam satu tahun yang akan datang dan menyerahkannya kepada para malaikat yang bertugas mengurusinya.

3). الضيق = Malam yang sempit.
Karena menjadi sempitnya tanah lapang disebabkan berdesak-desakannya iring-iringan malaikat yang turun ke bumi pada malam ini. (Tafsir As-Showie. Juz. IV. hal. 336-337)

Tentang keberadaan Lailatul Qadr yang agung di bulan Romadhon ini, Rosulullah صلى الله عليه وسلم menegaskan:
“Carilah ia di sepuluh hari yang terakhir. Maka sesungguhnya Lailatul Qadr ada pada malam-malam yang ganjil; malam ke 21 atau malam ke 23 atau malam ke 25 atau malam ke 27 atau malam ke 29 atau malam terakhir di bulan Romadhon.” (HR. Ahmad dari ‘Ubadah bin Shomit)

Karena itu, bila sepuluh malam yang terakhir dari bulan Romadhon tiba, Rosulullah memperbanyak ibadah di malam-malamnya.
“Sesungguhnya Nabi, apabila telah masuk sepuluh malam yang terakhir (dari bulan Romadhon), Beliau menghidupkan malam-malamnya (dengan ibadah) dan membangunkan keluarganya dan mengikat erat pakaian ibadahnya.” ( HR. Bukhori dan Muslim dari sayyidah ‘Aisyah)

Dalam hadits yang lain dijelaskan:
“Siapa orang yang beribadah pada Lailatul Qadr dilandasi iman dan mengharap ridho Allah, maka diampuni baginya dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhori dari Abi Hurairoh).

Menurut imam Al-Ghozali dan Syeikh Abil Hasan As-Syadzily, kebaradaan Lailatul Qadr dapat diketahui dengan kapan hari pertama bulan Romadhon tiba. Bila hari pertama jatuh pada hari Selasa, seperti pada bulan Romadhon tahun ini, maka ان شاء الله Lailatul Qadr berada pada malam tanggal ke 27, yang berarti malam Ahad yang akan datang. (I’anatut Tholibin. Juz. II. hal. 257/Tafsir As-Showie. Juz. IV. hal. 337).

Menurut As-Syarqowie, Lailatul Qadr adalah malam yang terbuka (inkisyaf) padanya sesuatu keajaiban alam Malakut(alam Ghaib), dan manusia dalam hal Kasyaf (terbukanya tabir alam ghaib) ini berbeda-beda tingkatannya. (As-Syarqowie ‘ala Tahrir. Juz. I. hal. 449).

Ada beberapa ciri-ciri Lailatul Qadr ini menurut pendapat ‘ulama, di antaranya:
1- Sedikitnya suara gonggongan anjing dan suara keledai.
2- Menjadi Tawarnya air asin (air laut).
3- Melihat semua makhluq sujud kepada Allah تعالى
4- Mendengar segala sesuatu berdzikir kepada Allah تعالى dengan ucapan lisan.
5- Malam itu malam yang terang dan bercahaya.
6- Pada pagi harinya matahari bersinar bersih dan terang. (Tafsir As-Showie. Juz. IV. hal. 339)

Disunnahkan bagi orang yang melihat Lailatul Qadr untuk merahasiakannya, bukan untuk diviralkan ke publik. Karena dapat melihat (hakikat) nya adalah sebuah kemuliaan (Karomah) dan merupakan perkara yang di luar nalar biasa (amrun khoriqun). (As- Syarqowie ‘ala Tahrir. Juz. I. hal. 449).

Sahabat-Sahabat رحمكم الله

Al-Faqih Abu Laits, telah meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu ‘Abbas yang menyatakan bahwa pada Lailatul Qadr malaikat Jibril dan para malaikat turun kebumi untuk memberi ucapan salam kepada ummat Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم
yang sedang melaksanakan ibadah, menyalami mereka dan mang-amin-kan do’a mereka sampai terbitnya Fajar.
Berkata malaikat Jibril;”Sesungguhnya Allah Memandang (dengan pandangan kasih sayang) kepada ummat Muhammad, dan mema’afkan mereka serta mengampuni mereka, kecuali terhadap empat kelompok, yaitu :

1)- Orang yang selalu meminum khomer (sesuatu yang memabukkan).
2)- Anak yang durhaka kepada orang tua.
3)- Orang yang memutuskan tali sillaturrahim.
4)- Orang yang suka bermusuhan (membenci, mendendam dan mendengki)…(Tanbihul Ghofilin. hal. 117-118).

” Mari Kita isi Sepuluh Hari Yang Terakhir Di Bulan Romadhon Ini Dengan Berbagai Macam Ibadah Dan Amal Kebaikan, Dengan Tetap Memperhatikan Protokol Kesehatan (Melakukan 5M), Agar Kita Bisa Memperoleh Ampunan Dan Kemuliaan Serta Keistimewaan Lailatul Qadr, Malam Yang Lebih Baik Dari Seribu Bulan. Dan Mari Kita Berdo’a Semoga Limpahan Keselamatan Dan Keberkahan Selalu Menyertai Kita Dan Keluarga Kita Semua Dan Semoga Wabah Covid-19 Ini Segera Diangkat Oleh Allah تعالى .”

امين يا رب العالمين ويا مجيب الساءلين.

والله اعلم بالصواب

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Semoga Bermanfa’at.
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Monggo Diseruput ☕ Kopinya Bila Telah Tiba Waktunya Berbuka. Editing#Hasan*69

Check Also

KEGIATAN PELATIHAN MANAJEMEN PERKANTORAN TEROTOMASI RESMI DITUTUP

KEMENAG KOTA TANGERANG NEWS. Kasubbag Tata Usaha kantor Kementerian Agama kota Tangerang H. Samsudin secara …