Mari Memanjatkan Do’a Di Malam Nishfu Sya’ban

Secangkir ☕Kopi Dhuha

Kamis, 17 Maret 2022 M/ 14 Sya’ban 1443 H.

Oleh :A. Hasanuddin. HR.

“Malam Nishfu Sya’ban Malam Di Tetapkannya Taqdir Dalam Satu Tahun”

(Mari Memanjatkan Do’a Di Malam Nishfu Sya’ban)

Malam Jum’at ini kita akan memasuki malam Nishfu Sya’ban, yaitu malam tanggal 15 bulan Sya’ban.

Malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang agung, malam yang penuh keberkahan dan malam yang mulia. Di malam ini Allah menampakkan terhadap makhluk-makhluk-Nya akan keumuman ampunan-Nya dan liputan rahmat-Nya. Maka Allah mengampuni orang-orang yang memohon ampunan-Nya, mengasihi orang-orang yang memohon belas kasih-Nya, mengabulkan do’a orang-orang yang meminta kepada-Nya dan menghilangkan kesusahan orang-orang yang sedang mengalami kesusahan dan Allah membebaskan sekelompok orang dari neraka dan Allah menetapkan di malam ini rizqi-rizqi dan amal-amal perbuatan. (Dikutip dari kitab; Madza Fi Sya’ban, hal. 66)

Menurut pendapat ‘ulama, malam Nishfu Sya’ban di namai juga dengan nama Lailatul Qismah, yang berarti malam pembagian rizki-rizki dan taqdir. Karena pada malam ini Allah menetapkan dari urusan-Nya yang mulia dan sangat penting. (Dikutip dari kitab; Madza Fi Sya’ban, hal. 72)

Pendapat yang menyatakan malam Nishfu Sya’ban adalah malam ditetapkannya taqdir dalam satu tahun, adalah pendapat ‘Ikrimah dan sekelompok ‘ulama. Sedangkan menurut mayoritas ‘ulama, penetapan taqdir terjadi pada Lailatul Qadr. (Murohul Labid Tafsir An-Nawawi. Juz. II. hal. 281)

Menurut satu pendapat (qiil), penyalinan taqdir untuk satu tahun yang akan datang tersebut dari Lauhil Mahfudz dimulai pada malam Nishfu Sya’ban dan kemudian diserahkan kepada para Malaikat yang mengurusnya pada malam Lailatul Qadr. (Hasyiyah As-Showie ‘ala Tafsir Jalain. Juz. IV. hal. 60 dan 336-337)

Malam Nishfu Sya’ban juga dinamakan Lailatul Ijabah, yang berarti malam dikabulkannya do’a. (Dikutip dari kitab; Madza Fi Sya’ban, hal. 73)

Telah berkata imam Syafi’i: “Telah sampai kepada kami bahwasanya do’a akan dikabulkan pada lima (5) malam, yaitu: Pada malam pertama bulan Rajab, malam Nishfu Sya’ban, dua malam hari raya dan malam Jum’at.” (Faidhul Qodir. Juz. 6. hal. 50/Maktabah Syamilah)

Mari Kita Panjatkan Do’a Di Malam Nishfu Sya’ban Ini

Sahabat-Sahabat رحمكم الله

Salah satu do’a yang dibaca oleh sayidina ‘Umar bin Khotob sambil melakukan thowaf di Baitullah dan sambil menangis, iyalah:
“Ya Allah! Apabila Engkau telah tetapkan atasku sebagai orang yang celaka atau berdosa maka hapuskanlah. Sesungguhnya Engkau akan menghapus apa-apa yang Engkau Kehendaki dan Engkau menetapkannya dan di sisi-Mu lah induk nya kitab (Ummul Kitab), maka jadikanlah atasku kebahagiaan dan ampunan.”

Dan sahabat Ibnu Mas’ud juga berdo’a dengan do’a yang sama seperti ini. (Tafsir Ibnu Katsir. Juz. II. hal. 989)

Dalam sebuah hadits dijelaskan:
“Do’a dapat menolak ketetapan (qodho) Allah …” (HR. Hakim dari Tsauban)

“Mari Kita Perbanyak Beribadah Dan Berdo’a Di Malam Nishfu Sya’ban Yang Agung Dan Mulia Ini, Agar Kita Bisa Memperoleh Limpahan Rahmat Allah Dan Keberkahan Serta Ampunan-Nya. Dan Semoga Do’a-Do’a Yang Kita Panjatkan Dikabulkan Oleh Allah سبحانه وتعالى. “

امين يارب العالمين

والله اعلم بالصواب

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Semoga Bermanfa’at.
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

Monggo Diseruput ☕ Kopinya 😃😃😃 🙏🙏🙏

Kontributor : H. Hasanuddin AR

editor : #Hasan*69

Check Also

SUKSESKAN MTQ XII TINGKAT KOTA TANGERANG

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Drs. H. Samsudin, MM., Beserta Jajaran Menghimbau Kepada Seluruh …