“MARI SEMPURNAKAN IKHTIAR DISERTAI BERTAWAKKAL”

Secangkir☕Kopi Dhuha

Jum’at, 02 Juli 2021 M/ 21 Dz. Qo’dah 1442 H.

Oleh :A. Hasanuddin. HR

“MARI SEMPURNAKAN IKHTIAR DISERTAI BERTAWAKKAL”
(Sebuah Upaya Mengatasi Pandemi Covid-19 Dengan Melaksanakan Vaksinasi Dan Melakukan 5M)

Ada seseorang yang bertanya kepada Nabi صلى الله عليه وسلم
“Wahai Rosulullah! Apakah aku mengikat ontaku dan aku bertawakkal (kepada Allah), atau aku melepaskannya saja dan aku bertawakkal (kepada Allah)? Nabi

صلى الله عليه وسلم
pun menjawab: “Ikatlah ontamu dan bertawakkal lah kamu (kepada Allah).” (HR. Turmudzi dari Anas)

Syeikh Al-Munawi berpendapat bahwa hadits ini menjelaskan tentang “_Keutamaan berhati-hati dan berpegang pada kemantapan hati (dengan upaya melakukan pengikatan dan bertawakkal) _” (Faidhul Qodir. Juz. II. hal. 10)

Karena melakukan ikhtiar dengan mengikat onta tidak berarti menghilangkan sikap bertawakkal kepada Allah تعالى

Menurut berita liputan6.com, tambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 (dalam rentang waktu 24 jam) bertambah 24.836 kasus per 1 Juli 2021.(//www.Liputan6.com, Jakarta pada 01 Juli 2021. 17:17 WIB)

Melihat betapa mengkhawatirkannya penyebaran Covid-19 saat ini, maka menjadi kewajiban kita secara bersama-sama untuk ikut serta mengatasi penyebarannya dengan menyempurnakan ikhtiar melalui Vaksinasi dan dengan selalu menerapkan Prokes dan melakukan gerakan 5 M, yaitu :
-Memakai Masker.
– Mencuci Tangan Pakai Sabun dan Air Mengalir atau HandSanitizer.
– Menjaga Jarak.
– Menjauhi Kerumunan.
– Dan Mengurangi Mobilitas dan interaksi.
Disertai bertawakkal kepada Allah تعالى. Sebagaimana diperintahkan oleh Rosulullah صلى الله عليه وسلم
melalui sabdanya di atas.

Imam Al-Ghozali telah mengingatkan dengan perkataan beliau: “Ketahuilah bahwasanya sesuatu yang membahayakan terkadang bisa menimbulkan bagi terjadinya ke khawatiran terhadap keselamatan jiwa dan harta benda. Dan bukanlah merupakan bagian dari syarat bertawakkal untuk tidak melakukan sama sekali suatu upaya yang bisa menjadi sebab untuk menolak bahaya itu.” ( Ihya ‘Ulumuddin. Juz. IV. hal. 295)

Dengan sengaja melakukan perkara yang bisa membahayakan keselamatan jiwa adalah suatu hal yang dilarang dalam agama, dan pelakunya berarti telah menjatuhkan dirinya pada kerusakan tanpa ada manfa’atnya. (Ihya ‘Ulumuddin. Juz. IV. hal. 295-296)

Sahabat-Sahabat رحمكم الله

Dalam sebuah hadits dijelaskan:
“Menghindarlah kamu dari orang yang terkena penyakit kusta (yang bisa menular) seperti menghindarmu dari (bahaya) seekor macan” (HR. Bukhori dalam kitab Tibb dari Abi Hurairoh)

Menurut para ahli kesehatan, Covid-19 termasuk kategori virus yang mudah menular (dengan izin Allah) dan Vaksinasi serta melakukan Prokes 5 M adalah merupakan sebuah upaya untuk melakukan pencegahan dan menghindari terjadinya penularan virus covid-19 yang sedang terjadi ini, agar pandemi ini segera bisa diatasi.

Hars ibnu Kaldah, seorang dokter ahli dari bangsa arab yang masyhur pada masanya telah berkata:
الحمية راس الدواء
“Pencegahan adalah inti pengobatan” (Zaadul Ma’ad. Juz. III. hal. 97)

“Dengan Menyempurnakan Ikhtiar Disertai Selalu Bertawakkal Serta Berdo’a Memohon Pelindungan Kepada Allah تعالى. Semoga Kita Semua Dan Keluarga Kita Semua Selalu Di Anugerahi Kesehatan Dan Keselamatan Serta Perlindungan Oleh Allah تعالى Dari Pandemi Covid-19 Ini. Dan Semoga Pandemi Ini Segera Bisa Di Atasi Dan Segera Di Angkat Oleh Allah تعالى .”

امين يارب العالمين 🤲🤲🤲

والله اعلم بالصواب

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Semoga Bermanfa’at.

eDITOR#hasan*69. Monggo Diseruput ☕ kopinya

Check Also

EVALUASI DAN MONITORING SE MENAG NO. 17 TAHUN 2021

KEMENAG KOTA TANGERANG NEWS. Para pejabat kantor Kementerian Agama kota Tangerang, para kasie, Kepala KUA, …