“Masih ‘Ied kah Kita? “

Secangkir☕Kopi Dhuha

Senin, 09 Mei 2022 M/ 08 Syawal 1443 H.

Oleh :A. Hasanuddin. HR.

“Masih ‘Ied kah Kita? “
(Memahami Kembali Ma’na ‘Ied)

Satu minggu sudah hari raya ‘Iedul Fitri, 1 Syawal 1443 H. kita lalui. Masihkah sa’at ini kehangatan suasana dan nilai-nilai ‘Ied itu dapat kita rasakan dan kita pertahankan? Ataukah kehangatan suasana dan nilai-nilai ‘Ied itupun sudah mulai pudar dan ikut berlalu pula dari kita?

Hari ‘Ied adalah hari di mana seorang mu’min kembali kepada kesuciannya seperti seorang bayi yang baru dilahirkan.

Berkata Mauroq Al-‘Ajily kepada sebagian kawan-kawannya di tempat sholat pada hari ‘Iedul Fitri:
“Pada hari ini, kembali (kepada kesucian) sekelompok kaum sebagaimana mereka dilahirkan oleh ibu-ibu mereka.” (Latho’iful Ma’arif. Juz. I. hal. 232. Maktabah Syamilah)

Karena itu dikatakan: “Hari ini dinamakan hari ‘Ied karena mereka kembali kepada kesuciannya seperti semula.” (Al-Ghuniyyah. hal. 334)

Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany رحمه الله berkata:
“Hari ‘Ied bukanlah hanya sebatas menggunakan pakaian yang indah-indah, dan menyantap makanan yang enak-enak, dan merengkuh sesuatu yang bagus-bagus, dan bersenang-senang dengan kelezatan dan nafsu syahwat. Tetapi (hakikat) ‘Ied itu adalah dengan tampaknya tanda-tanda diterimanya perbuatan ke ta’atan, dihapuskan nya semua dosa dan kesalahan, mengganti perbuatan keburukan dengan perbuatan kebaikan dan bergembira dengan memperoleh ketinggian derajat dan anugerah serta kemuliaan, dan lapangnya dada dengan cahaya iman dan tenangnya hati dengan kuatnya keyakinan…” (Al-Ghuniyyah. hal. 339)

Ada seorang laki-laki yang datang berkunjung kepada sayyidina ‘Ali رضي الله تعالى عنه وكرم الله وجهه
pada hari ‘Ied. Pada saat itu beliau sedang menyantap roti kering. Berkatalah laki-laki itu kepada beliau; “Hari ini adalah hari ‘Ied, dan engkau hanya menyantap roti kering?”.
Maka sayyidina ‘Ali pun menjawab: “Hari ini adalah hari ‘Ied, bagi orang yang diterima puasanya, dibalas dengan pahala amal perbuatannya dan diampuni dosa-dosanya. Hari ini bagi kami adalah hari ‘Ied, dan besok bagi kami juga hari ‘Ied, dan setiap hari yang kami lalui yang kami tidak berbuat durhaka kepada Allah pada hari itu, maka hari itupun (hakikatnya) bagi kami adalah hari ‘Ied.” (Al-Ghuniyyah. hal. 339)

Masih ‘Ied kah kita?

Sahabat-sahabat رحمكم الله

Berkata Hasan Al-Bashri رحمه الله تعالى:
“Setiap hari yang dia tidak berbuat durhaka/ma’siat kepada Allah pada hari itu, maka itu (hakikatnya) adalah hari ‘Ied. Setiap hari yang seorang mu’min melakukan perbuatan ke ta’atan kepada Tuhannya, berdzikir kepada-Nya dan bersyukur kepada-Nya, maka hari itu (hakikatnya) baginya adalah hari ‘Ied.” (Latho’iful Ma’arif. Juz. 1. hal. 299. Maktabah Syamilah)

Karena itu dikatakan:
ليس العيد لمن لبس الجديد، انما العيد لمن طاعاته تزيد. ليس العيد لمن تجمل باللباس والركوب، انما العيد لمن غفرت له الذنوب.

” ‘Ied (hakikatnya) bukanlah (sebatas) bagi orang yang menggunakan pakaian yang baru, sesungguhnya (hakikat) ‘Ied adalah bagi orang yang bertambah keta’atannya (kepada Allah). Ied (hakikatnya) bukanlah (sebatas) bagi orang yang berhias dengan pakaian dan kendaraan, sesungguhnya (hakikat) ‘Ied adalah bagi orang yang diampuni baginya dosa-dosa”. (Latho’iful Ma’arif. Juz. 1. hal. 299. Maktabah Syamilah)

“Mari Kita Jadikan Momen Suasana Hari ‘Ied Ini Untuk Terus Menjaga Kesucian Lahir Dan Batin Kita Dengan Memperbanyak Berbuat Keta’atan Dan Meninggalkan Perbuatan Kema’siatan.
“Semoga Allah Selalu Melimpahkan Rahmat, Taufiq Dan Hidayah-Nya Kepada Kita Semua Dan Menerima Semua Perbuatan Keta’atan Yang Kita Laksanakan Serta Mengampuni Semua Dosa Dan Kesalahan Yang Kita Lakukan. Dan Semoga Ma’na Dan Nilai-Nilai ‘Ied Selalu Dapat Kita Rasakan Dan Kita Pertahankan”

امين يارب العالمين.

والله اعلم بالصواب.

اللهم صل وسلم وبارك عل…

Editor.#hasan*69

Check Also

SUKSESKAN MTQ XII TINGKAT KOTA TANGERANG

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Drs. H. Samsudin, MM., Beserta Jajaran Menghimbau Kepada Seluruh …