MAU DAPAT DANA HIBAH HARUS BERBADAN HUKUM

HBH FKDT 2KOTA TANGERANG-Inmas. Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah yang tergabung dalam Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah ( FKDT ) Kota Tangerang menyelenggarakan Halal Bil Halal Sabtu, ( 22/07 ) Acara digelar di Aula Kantor Kemenag Kota Tangerang Jl.Perintis Kemerdekaan 2 Babakan kota Tangerang.

Penyaluran dana hibah di Pemko Tangerang ada Tiga Komponen. Pertama untuk lembaga/badan seperti MUI, Baznas, PPIH, NU, Muhammadiyah ( berdasarkan peraturan perundang-undangan ). Kedua sarana Keagamaan seperti Masjid SK kepengurusannya harus dari Kemenag setempat dan Ketiga Ormas atau Yayasan seperti Pondok Pesantren. Hal itu diungkapkan Kasubbag Keagamaan Pemko Tangerang Malkan Al Makso pada cara Halal Bil Halal FKDT Kota Tangerang

Menurut Permendagri No. 14 tahun 2016 tentang pedoman pemberian  hibah dan bantuan sosial yang bersumber dari APBD dapat diberikan kepada badan/lembaga, dan organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum Indonesia. Artinya kalau mau dapat hibah dari Pemko Tangerang harus berbadan hukum. Bagi yayasan atau pesantren yang belum berbadan hukum Pemko Tangerang belum bisa membantu karena belum sesuai aturan.

Sementara itu Kabag Kesra Pemko Tangerang Ayi Nuryadin mengatakan bahwa salah satu tusi dari Kabag Kesra mengenai pembinaan keagamaan implementasinya bisa melaui guru MDT. Saya sangat miris dengan generasi kita saat ini banyak usia dini yang sudah terkena jerat narkoba oleh sebab itu saya berharap kepada guru MDT agar mendidik anak- anak menjadi kuat baik mental maupun spiritual. Kehadiran FKDT  sangat penting untuk membentuk generasi kita yang agamis sesuai dengan slogan Kota Tangerang Akhlakul Karimah  dan ini bukan hanya slogan “ harapnya “

HBH FKDT 3Ditempat yang sama Kepala Kantor Kemenag Kota Tangerang Dedi Mahfudin mengatakan salah satu tusi Madrasah Diniyah Takmiliyah ( MDT ) mencetak anak-anak Kota Tangerang yang berakhlakul karimah sesuai dengan moto kota Tangerang. Slogan ini harus kita usung dan kita sukseskan sebagai Kepala atau guru MDT.

Guru MDT sejatinya berbeda dengan guru mengaji meskipun sama-sama mengajar mengaji. Guru MDT punya kurikulum, punya kelas, meja dan kursi sedangkan guru mengaji tidak ( hal ini diamini oleh Ketua FKDT Kota Tangerang Abdul Kohar  ) Seharusnya antara guru MDT dengan guru mengaji diberikan reward yang berbeda. Informasi yang kami dapat dikota Serang dapat bantuan hibah 6 milyar dari Pemko setempat untuk biaya oparisional MDT.

Menurut PP 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan Pasal 12 ayat (1) pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah  memberi bantuan sumber daya pendidikan kepada pendidikan keagamaan. PP ini turunan dari UU sisdiknas oleh sebab itu kita tunjukan eksistensi kita agar lebih diakui.

Mudah-mudahan dengan Halal bil Halal ini Kabag Kesra dan Kasubbag Keagamaan bisa memberikan masukan pada Pemko Tangerang agar lebih memahami keberadaan FKDT sedangkan untuk FKDT harus lebih banyak action agar lebih mudah dikenal dan diketahui eksistensinya. Saat ini insentif guru MDT masih menginduk pada guru mengaji . #Hasan*69

Check Also

penyerahan sertifikat tanah untuk pembangunan asrama haji

Keterangan Foto : Kabid PHU Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Banten H. Machdum Bachtiar Didampingi …