Membangun Motivasi Ibadah Dalam Bekerja Dan Berusaha

Secangkir ☕Kopi Dhuha

Senin, 29 November 2021 M/ 24. R. Akhir 1443 H.

Oleh :A. Hasanuddin. HR.

“Membangun Motivasi Ibadah Dalam Bekerja Dan Berusaha”

( Perbedaan Antara Bekerja Di Jalan Allah Dan Di Jalan Syaithan)

Diceritakan;
“Bahwasanya nabi ‘Isa عليه السلام melihat seorang laki-laki, maka beliaupun bertanya: “Apa yang sedang kamu lakukan?” Laki-laki itupun menjawab: “Aku sedang beribadah”. Nabi ‘Isa pun bertanya: “Siapa yang menanggung biaya kebutuhan hidupmu?” Laki-laki itupun menjawab: “Saudaraku”. Nabi Isa pun berkata: “Saudaramu lebih ahli ibadah daripada kamu.” (Ihya ‘Ulumuddin. Juz. II. hal. 71)

Mencari rizqi yang halal untuk memenuhi kebutuhan hidup adalah merupakan sebuah “Jihad” di jalan Allah untuk meraih pahala. Dalam sebuah hadits diriwayatkan:
“Mencari (kasab) yang halal adalah Jihad.” (HR. Qodho’i dari Ibnu ‘Abbas)

Karena itu Allah suka terhadap hambanya yang mau bekerja mencari rizqi yang halal:
“Sesungguhnya Allah suka kepada hambanya yang beriman yang mau bekerja/berusaha.” (HR. Thobroni dan Ibnu ‘Adi dari Ibnu ‘Umar.)

Orang-orang yang bekerja dan berusaha dengan motivasi untuk membantu dan memberikan pelayanan dan kemudahan kepada orang lain untuk memenuhi kebutuhannya itu akan memperoleh pahala. (Ad-Da’watut Tammah wa Tadzkirotul ‘Ammah. hal. 35)

Namun demikian, kesibukan bekerja dan berusaha dalam mencari rizqi yang halal jangan sampai membuat dia melupakan urusan akhiratnya.Dalam sebuah hadits diriwayatkan:
“Bukanlah orang yang terbaik diantara kamu, orang yang meninggalkan urusan dunianya karena mengejar urusan akhiratnya semata, dan bukanlah orang yang terbaik diantara kamu, orang yang meninggalkan urusan akhiratnya karena mengejar urusan dunianya semata, sehingga dia bisa memperoleh dari keduanya. Sesungguhnya dunia adalah perantara menuju akhirat. Dan janganlah kamu menjadi beban atas manusia.” (HR. Ibnu ‘Asakir dari Anas. /Al-Jami’us Shogir. Juz. II. hal. 135/Faidhul Qodir, Syarah Al-Jami’us Shogir. Juz. 5. hal. 463)

Sahabat-Sahabat رحمكم الله

Pada suatu hari Rosulullah صلى الله عليه وسلم
sedang duduk bersama para sahabatnya, tiba-tiba mereka para sahabat melihat seorang pemuda yang gagah dan memiliki kekuatan pagi-pagi sekali berangkat untuk bekerja. Maka mereka para sahabat berkata: “Celaka pemuda ini! Coba saja seandainya dia gunakan masa mudanya dan kegagahannya untuk berjuang di jalan Allah (fi sabilillah).” Maka Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: “Jangan kalian semua berkata seperti ini. Maka sesungguhnya pemuda ini apabila dia bekerja untuk mencukupi kebutuhan dirinya sendiri sehingga dia tidak meminta-minta dan membuat dirinya tidak membutuhkan (bantuan) manusia, maka dia berada di jalan Allah (fi sabilillah). Dan apabila dia bekerja untuk mencukupi kebutuhan kedua orang tuanya yang lemah atau untuk mencukupi kebutuhan anak keturunannya yang lemah, maka dia berada di jalan Allah (fi sabilillah). Tetapi apabila dia bekerja untuk persaingan dan kesombongan dan menumpuk-numpuk harta duniawi maka dia berada di jalan syaithan.” (HR. Thobroni dari Ka’ab bin ‘Ajroh) (Ihya ‘Ulumuddin. Juz. II. hal. 70)

“Mari Kita Bangun Motivasi Ibadah Dalam Bekerja Dan Berusaha Mencari Rizqi Yang Halal Agar Kita Berada Di Jalan Allah Dan Bisa Memperoleh Pahala. Semoga Allah Selalu Melimpahkan Untuk Kita Semua Dan Keluarga Kita Rizqi Yang Halal Dan Kebaikan Serta Keselamatan Dunia Dan Akhirat.”

امين يارب العالمين

والله اعلم بالصواب

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Semoga Bermanfa’at.
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Monggo Diseruput ☕ Kopinya. #editor. Hasan*69

Check Also

KEMENAG KOTA TANGERANG SALURKAN BANTUAN KORBAN GEMPA CIANJUR

KEMENAG KOTA TANGERANG NEWS. Kantor Kementerian Agama kota Tangerang Salurkan Bantuan Korban Gempa Cianjur. Hal …