MENGAPA BULAN PUASA DINAMAKAN RAMADHAN….?

Kultum Hari Ke-10 Disampaikan Oleh Drs.H.Tutun HS, MA. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kota Tangerang

KULTUM HARI KE-10 TUTUNKOTA TANGERANG-KEMENAG. Kultum Hari Ke-10 Disampaikan Oleh Drs.H.Tutun HS, MA. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kota Tangerang. Acara digelar di Masjid Asy-Syifa kantor Kemenag kota Tangerang jalan Perintis Kemerdekaan 2 Babakan kota Tangerang. Rabu, ( 15/05 )

Banyak orang bertanya mengapa Bulan Puasa disebut sebagai Bulan Ramadhan.  Dalam Kitab Fathul Qadir Iman Syaukani menjelaskan sedikitnya ada Dua alasan mengapa Bulan Puasa disebut Bulan Ramadhan jika menilik dari akar katanya.

Pertama, karena Matahari bersinar lebih terik di Bulan Ramadhan. Hal ini menjadikan kita lebih cepat merasakan haus dan lapar.

Kedua, Ramadhan diambil dari kata Ramadha-Yarmudhu yang berarti membakar. Karena Bulan  Ramadhan mampu membakar kemaksiatan dosa manusia.

Ramadhan memuat Dua keutamaan sekaligus, yang pertama dan utama membakar dosa dan kemaksiatan sebagaimana sabda Rasulullah SAW “Barang siapa shaum Ramadhan dengan iman dan berharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”

Keutamaan Kedua, dilipatgandakan setiap amal yang dilakukan. Dalam beberapa kesempatan Allah SWT memberikan Targhib ( motivasi ) berapa kali lipat balasan pahala sebuah amal perbuatan agar mendorong manusia untuk melakukannya.

Siapapun yang Ramadhannya diterima maka akan diampuni Allah SWT dosa-dosanya

Menurut Syekh ‘ Abdul Qadir al-Jaelani dalam kitab Ghunyah at-Thalibin Juz 2, Ramadhan itu terdiri dari 5 huruf: yaitu

Ra ( Ridwanullah – Mengharap Ridho Nya dengan cara ridho pada apa yang ada )

MIM ( Mahabatullah –Mengharap cinta Nya dengan cara mencintai Nya )

Dhod ( Dhomanullah – mengharap ada dalam Jaminan dan Lindungan Nya

Alif ( Ulfatullah – Mengharap Rahmat dan Kasihsayang Nya )

Nun ( nurullah – Mengharap dapat Cahaya Nya yaituLailatul Qadar )

Kendati demikian, tidak semua orang yang berpuasa dan melewati ujian Ramadhan otomatis menjadi lebih baik. “Harus dilihat seperti apa amalnya setelah seseorang itu melewati bulan Ramadhan, amalnya lebih baik atau tidak. Itu parameternya,”

Maka bulan Ramadhon ini adalah bulan yang penuh keridho’an, ampunan, jaminan, kasih sayang, anugerah dan kemulian yang Allah berikan kepada hambanya yang menjadi kekasih-kekasih-Nya dan orang-orang yang berbuat kebaikan. #Hasan*69

Check Also

MENAG KELUARKAN EDARAN TERKAIT PANDUAN IBADAH RAMADHAN DAN IDUL FITRI 1 SYAWAL 1441 HDITENGAH PANDEMI WABAH COVID-19

KOTA TANGERANG – KEMENAG. Seiring dengan masih adanya pandemi Corona Virus Disease 2019 ( Covid-19 …