MENGINGAT PEDIHNYA NERAKA DAN NIKMATNYA SURGA

Secangkir ☕Kopi Duha

Kamis, 04 Agustus 2022 M/ 06 Muharram 1444 H.

Oleh :A. Hasanuddin. HR.

“Aku Tidak Dapat Merasakannya Lagi”

(Mengingat Pedihnya Neraka Dan Nikmatnya Surga)*

Dalam sebuah hadits, Rosulullah صلى الله عليه وسلم
telah bersabda:
“Surga dikelilingi oleh perkara yang tidak disukai/dirasakan berat (oleh hawa nafsu), dan neraka di kelilingi oleh kesenangan/keinginan (hawa nafsu).” (HR. Imam Ahmad dari Anas)

Ma’na hadits ini menurut Al-Munawie: “Surga bisa diraih dengan melakukan sesuatu yang tidak disukai dan dirasa berat (oleh hawa nafsu), seperti bersusah payah dalam berbuat ta’at kepada Allah (ketika hidup di dunia) dan bersabar dalam meninggalkan kesenangan hawa nafsu. Dan seseorang bisa masuk ke dalam neraka dengan sebab mengikuti kesenangan/keinginan hawa nafsu/Syahwat (ketika hidup di dunia). (Faidhul Qodir. Juz. III. hal. 515.)

Dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin, imam Al-Ghozali telah mengutip sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik: “Akan didatangkan (pada hari Kiamat) seorang manusia yang paling merasakan kesenangan/kenikmatan dalam kehidupannya ketika di dunia dari golongan orang-orang yang sangat ingkar (tidak beriman). Maka dikatakan; “Benamkanlah oleh kalian dia kedalam neraka dengan sekali benaman.” Kemudian ditanyakan kepadanya; “Apakah kamu masih bisa melihat (merasakan) kesenangan (ketika di dunia)?” Maka dia menjawab: “Tidak! (Aku tidak dapat merasakannya lagi sedikitpun)”.

Dan didatangkan (pada hari Kiamat) seorang manusia (yang beriman) yang paling sangat merasakan kesulitan/kesusahan dalam kehidupannya ketika di dunia. Maka dikatakan; “Masukkanlah oleh kalian dia kedalam surga dengan sekali masukkan.” Kemudian ditanyakan kepadanya; “Apakah kamu masih bisa melihat (merasakan) kesulitan/kesusahan (ketika di dunia)?” Maka dia menjawab: “Tidak! (Aku tidak dapat merasakannya lagi sedikitpun)”. (HR. Ibnu Majah/Ihya ‘Ulumuddin. Juz. IV. hal. 565).

Sahabat-Sahabat رحمكم الله

Betapa sesaatnya kesenangan mengikuti keinginan hawa nafsu dalam kehidupan dunia ini dibandingkan pedihnya neraka, sehingga kesenangan itupun langsung terlupakan dan tidak bisa lagi dirasakan. Dan betapa sesaatnya kesulitan dan kesusahan dalam berbuat ta’at kepada Allah dalam kehidupan dunia ini dibandingkan nikmat yang dirasakan dalam surga,sehingga kesulitan dan kesusahan itupun langsung terlupakan dan tidak lagi dirasakan.

Allah تعالى Berfirman:
“Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.” (QS. At-Taubah : 38).

Dan Rosulullah صلى الله عليه وسلم
telah bersabda:
“Tiadalah dunia ini dibandingkan akhirat kecuali seperti salah seorang dari kamu menjadikan jari (telunjuknya) ini (dimasukkan) kedalam lautan. Maka sebaiknya dia memperhatikan dengan apa yang diperoleh oleh jari telunjuknya ketika (ditarik) kembali.” (HR. Muslim).

“Semoga Allah Selalu Melimpahkan Rahmat, Taufiq Dan Hidayah-Nya Kepada Kita Semua Dalam Berbuat Keta’atan Kepada-Nya Dalam Kehidupan Di Dunia Ini, Sehingga Kita Bisa Memperoleh Kebaikan Dalam Kehidupan Di Dunia Ini Dan Kebaikan Dalam Kehidupan Yang Kekal Abadi Di Akhirat Nanti.”

امين يارب العالمين 🤲🤲🤲

والله اعلم بالصواب

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Semoga Bermanfa’at.
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Monggo Diseruput ☕ Kopi Dhuhanya 😀😀😀🙏🙏🙏

Kontributor : A. Hasanuddin. HR.

eDitor           : #hAsan*69

Check Also

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA

Kepala kantor Kementerian Agama kota Tangerang Drs. H. Samsudin, MM., beserta jajaran Mengucapkan : DIRGAHAYU …