MERAIH KEUTAMAAN BULAN RAJAB

Secangkir ☕Kopi Dhuha

Selasa, 01 Februari 2022 M/ 29 Jumadil Akhir 1443 H.

Oleh :A. Hasanuddin. HR.

“Bulan Yang Tuli”

(Meraih Keutamaan Bulan Rajab)

Menurut perhitungan kalender Hijriyyah, setelah terbenamnya matahari sore hari ini (waktu maghrib), berarti kita telah memasuki bulan Rajab 1443 H.

Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan mulia (Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, Muharrom dan Rojab). Bulan Rajab juga disebut dengan “Bulan Yang Tuli”

Diriwayatkan dari sayyidina ‘Utsman bin ‘Affan رضى الله تعالى عنه, bahwasanya ketika masuk bulan Rajab, beliau naik ke atas mimbar pada hari Jum’at dan beliau berkhutbah, kemudian beliau berkata:
“Ingatlah! Sesungguhnya bulan Rajab ini adalah bulan Allah yang tuli…” (Al-Ghuniyyah. hal. 284)

Menurut satu pendapat; “Bulan ini dinamakan bulan yang tuli karena bulan ini tuli dari kekerasan hatimu dan dari kesalahanmu, dan bulan ini mendengar dengan keutamaanmu wahai orang yang beriman dan mendengar kemuliaanmu. Allah تعالى menjadikan bulan ini tuli dari kekerasan hatimu dan dari kesalahanmu, agar bulan ini tidak menjadi saksi yang memberatkan atas dirimu pada hari kiamat, bahkan sebaliknya, bulan ini akan menjadi saksi bagimu terhadap apa-apa yang dia dengar dari keutamaanmu dan kebaikan amal (mu) di dalamnya.” (Al-Ghuniyyah. hal. 284)

Sahabat-Sahabat رحمكم الله

Bulan Rajab (رجب) ini terdiri dari 3 (tiga) hurup yang masing” memiliki arti tersendiri, sebagai gambaran dari kemuliaan bulan ini:
ر = رحمة الله عز وجل
Yang berarti: “Rahmatnya Allah عز وجل.”
ج = جود الله تعالى
Yang berarti: “Kedermawanan Allah تعالى.”
ب = بر الله عز وجل
Yang berarti: “Kebaikan Allah عز وجل.”

Maka dari awal bulan ini sampai akhirnya Allah عز و جل Mengananugerahkan 3 (tiga) pemberian untuk hamba-hamba-Nya;
1). Rahmat tanpa ada adzab.
2). Kedermawanan tanpa ada kebakhilan (pelit).
3). Kebaikan tanpa ada kekerasan. (Al-Ghuniyyah. hal. 283)

Dikatakan: Bulan Rajab adalah bulan untuk bertaubat. Dan bulan Rajab adalah bulan Ibadah.”

Berkata Dzun Nun Al-Mishry:
“Bulan Rajab adalah bulan untuk menanam, bulan Sya’ban adalah bulan untuk menyirami dan bulan Romadhon adalah bulan untuk memetik hasilnya. Dan setiap orang akan memetik hasil apa yang dia tanam dan akan mendapat balasan apa yang dia lakukan. Siapa orang yang menyia-nyiakan waktu menanam, maka dia akan menyesal pada hari memetik hasilnya dan dia akan menyalahi persangkaan dirinya serta buruk tempat kembalinya.” (Al-Ghuniyyah. hal. 289)

“Semoga Allah تعالى Selalu Melimpahkan Ampunan, Rahmat, Kedermawanan, Kebaikan Dan Keberkahan-Nya Kepada Kita Semua
اللهم بارك لنا فى رجب وشعبان وبلغنا رمضان
“Yaa Allah! Anugerahkanlah Kepada Kami Semua Keberkahan Di Bulan Rajab Ini Dan Bulan Sya’ban Dan Sampaikanlah Kami Semua Kepada Bulan Romadhon.”

امين يارب العالمين 🤲🤲🤲

والله اعلم بالصواب

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Semoga Bermanfa’at.
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

Monggo Diseruput ☕Kopinya😃😃😃🙏🙏🙏

#. eDITOR.#hasan*69

Check Also

SUKSESKAN MTQ XII TINGKAT KOTA TANGERANG

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Drs. H. Samsudin, MM., Beserta Jajaran Menghimbau Kepada Seluruh …