Program Kerja Seksi Bimbingan Masyarakat Islam

1.1 Penilaian Keluarga Sakinah Teladan Tingkat Kota Tangerang
Masyarakat yang terbangun dari keluarga-keluarga sakinah adalah masyarakat marhamah yang akan membentuk bangsa yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofuur. Untuk menjadikan keluarga yang sakinah maka diperlukan keteladanan. Hal ini menjadi penting karena keteladanan akan ditiru, diikuti dan diteladani oleh masyarakat secara luas, yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi penciptaan karakter bangsa yang baik di tengah meluasnya pengaruh budaya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur agama dan akhlakul karimah sebagai side effect dari globalisasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi dewasa ini.

Untuk memberikan apresiasi dan motivasi yang tinggi kepada masyarakat yang berada di Kota Tangerang agar menjadi keluarga sakinah maka perlu diadakan Penilaian Keluarga Sakinah Teladan secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, sampai ke tingkat nasional.

1.2 Penilaian KUA Teladan Tingkat Kota Tangerang
Kantor Urusan Agama merupakan institusi pemerintahan yang berada dalam satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama yang berkedudukan di Kecamatan yang mempunyai tugas dan wewenang dalam urusan agama Islam. Sebagai lembaga yang berhubungan langsung dengan masyarakat, KUA masa kini dan masa depan dengan segala keterbatasannya semakin memantapkan diri untuk selalu unggul dan maksimal dalam pelayanan. Kepuasan masyarakat akan selalu menjadi indikator keberhasilan dalam tugas dan fungsinya.

Oleh karena itu mendukung kegiatan Penilaian KUA Teladan tingkat nasional serta memotivasi dan meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat perlu menyelenggarakan program penilaian dan pemberian penghargaan kepada Kantor Urusan Agama Kecamatan di Kota Tangerang sebagai unit pelayanan teladan.

1.3. Penilaian Penyuluh Agama Islam Teladan Tingkat Kota Tangerang
Penyuluh Agama Islam bergerak didalam bimbingan dan pembinaan sosial keagamaan dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang. Sejak semula Penyuluh Agama Islam merupakan ujung tombak Kementerian Agama dalam melaksanakan penerangan agama Islam di tengah pesatnya dinamika perkembangan masyarakat Indonesia. Perannya sangat strategis dalam rangka membangun mental, moral, dan nilai ketaqwaaan umat serta turut mendorong peningkatan kualitas kehidupan umat di bidang keagamaan.

Penyuluh Agama Islam mempunyai peran penting dalam pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan dirinya sendiri sebagai insan pegawai pemerintah. Dengan kata lain, keberhasilan dalam bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat menunjukkan keberhasilan dalam manajemen dirinya sendiri karena Penyuluh Agama Islam sebagai leading sector bimbingan masyarakat Islam, memiliki tugas/kewajiban yang cukup berat, luas dan permasalahan yang dihadapi semakin kompleks.

Untuk memberikan motivasi serta apresiasi terhadap Penyuluh Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Banten mengadakan Penilaian Penyuluh Agama Islam Tingkat Provinsi. dalam rangka mendukung kegiatan tersebut, Kementerian Agama Kota Tangerang perlu mengadakan Penilaian Penyuluh Teladan Tingkat Kota Tangerang sebagai dasar untuk penetapan Penyuluh Teladan Tingkat Kota Tangerang yang selanjutnya akan menjadi peserta penilaian penyuluh teladan di tingkat Provinsi Banten.

1.4. Penilaian Karya Ilmiyah bagi Kepala KUA dan Penghulu Tingkat Kota Tangerang
Salah satu indikator keberhasilan Kementerian Agama dalam pembangunan bidang agama tercermin dari seberapa jauh tingkat indeks kepuasan masyarakat terhadap kinerja layanan Penghulu pada Kantor Urusan Agama Kecamatan. Semangat reformasi birokrasi pemerintahan dan tuntutan masyarakat dalam pelaksanaan reformasi birokrasi telah menetapkan arah kebijakan Penataan dan Pengembangan Jabatan Fungsional Penghulu. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan profesionalitas, transparansi dan akuntabilitas layanan penghulu kepada masyarakat.

Upaya pengembangan profesi penghulu melalui kegiatan penulisan karya ilmiah menjadi sesuatu yang harus mendapatkan perhatian penting di dalam meningkatkan kualitas layanan penghulu kepada masyarakat. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya penghulu bukan hanya menjadi petugas administrasi yang mengawasi proses pencatatan pernikahan, akan tetapi juga memiliki tugas dan tanggung jawab mengembangkan visi, wawasan keilmuan dan pemahaman agama untuk memenuhi tuntutan masyarakat di bidang urusan agama Islam yang semakin kompleks sehingga terwujud pelayanan prima di bidang penasehatan, pembinaan dan kelestarian keluarga, serta pelayanan pencatatan nikah rujuk.

Para Penghulu dan Kepala Kantor Urusan Agama sebagai Pegawai Pencatat Nikah harus termotivasi agar bekerja secara profesional, penuh kedisplinan dan tanggung jawab serta percaya diri dalam melaksanakan tugas – tugasnya terutama pengembangan karir pemangku Jabatan Fungsional Penghulu. Berdasarkan kondisi tersebut , salah satu upaya Meningkatkan kualitas kompetensi dan wawasan keilmuan para Penghulu adalah dengan menyelenggarakan Lomba Karya Tulis Ilmiah bagi Kepala KUA dan penghulu tingkat Kota Tangerang.

1.5. MQK bagi Kepala KUA dan Penghulu Tingkat Kota Tangerang
Selain mendukung program nasional kegiatan Musabaqah Qiroatul Kutub bertujuan untuk meningkatkan pemahaman penghulu dan meningkatkan kajian agama Islam yang berasal dari kitab klasik berbahasa Arab, serta untuk meningkatkan ilmu pengetahuan yang bersumber dari ilmu ke-Islaman berbahasa Arab.

1.6. Pembinaan Himpunan Seni Budaya Islam
Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI) adalah Organisasi para seniman Muslim sebagai sarana Dakwah, HSBI yang didirikan oleh para seniman dan budayawan muslim Indonesia berdiri sejak tanggal 24 September 1956 di Jakarta, bertepatan dengan berlangsungnya konferensi Asia Afrika pertama, HSBI diharapkan mampu menghimpun tenaga kreatif dan tenaga yang memberikan waktu untuk menghidupkan organisasi, HSBI diharapkan mampu menyegarkan kesenian bernafaskan Islam di Indonesia baik yang berupa kesenian rakyat, kesenian modern maupun kontemporer, program HSBI yang hendak dicapai yaitu meningkatkan kualitas kehidupan muslim, terwujudnya nilai-nilai Islam dalam kehidupan budaya bangsa, serta tumbuh dan berkembangnya kreativitas dalam kegiatan kesenian Islam di Indonesia, berdakwah merupakan kewajiban dalam Islam, untuk penyebaran dan penyiaran Islam, Program HSBI bertujuan untuk menyegarkan pikiran, bahwa inti ajaran islam adalah tauhid, yang prinsipil adalah pemusatan kesucian hanya kepada Allah SWT, untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan sasaran dan upaya yang harus dicapai guna menghidupkan keberlangsungan HSBI antara lain mengadakan kegiatan Pembinaan Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI).

1.7. Pembinaan Pengurus Lembaga Dakwah
Lembaga Dakwah di Indonesia sangat banyak dengan berbagai macam nama-nama lembaga dakwah pada masing-masing daerah. Lembaga dakwah hendaknya bersih dari aliran sesat yang menyimpang dari ajaran Islam yang berdampak terhadap pendangkalan aqidah.

Untuk mewujudkan Lembaga dakwah yang bersih dari aliran sesat yang menyimpang dari ajaran Islam yang sesungguhnya. Maka perlu diadakan kegiatan Pembinaan Pengurus Lembaga Dakwah.

1.8. Pembinaan Pendamping dan Operator SIMKAH
Pengelolaan administrasi perkantoran yang bersifat konvensional dituntut sesegera mungkin beralih ke era digital. Hal ini seiring dengan semakin berkembangnya teknologi yang disertai dengan tuntutan pelayanan prima yang efektif dan efisien. Salah satunya adalah aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan Nikah dan Rujuk (NR) dalam Penyajian data yang cepat dan akurat serta mempermudah pelayanan, pengendalian dan pengawasan pada KUA Kecamatan.

Untuk mengoperasikan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) tersebut perlu operator pada masing-masing KUA Kecamatan. Dengan adanya Kegiatan Pendamping dan operator SIMKAH diharapkan masing-masing memiliki operator SIMKAH yang professional.

1.9. Rapat kerja BP-4 Tingkat Kota Tangerang
Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP-4) sebagai lembaga mitra kerja Kementerian Agama diharapkan dapat meningkatkan mutu perkawinan dalam mewujudkan rumah tangga yang bahagia, sejahtera dan sakinah dengan mengembangkan program keluarga sakinah.

Untuk menghadapi tuntutan perubahan masyarakat dewasa ini dan meningkatnya arus informasi yang menimbulkan berbagai masalah kehidupan keluarga maka peran BP-4, perlu ditingkatkan.

Dalam upaya menghasilkan pengurus BP-4 yang professional maka perlu diadakan Rapat Kerja BP-4 tingkat Kota Tangerang yang bertujuan untuk menyusun langkah program kerja Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP-4).

1.10. Pembinaan Penyuluh Agama
Peran Penyuluh Agama dalam membantu Kementerian Agama menjalankan kiprahnya di bidang bimbingan masyarakat Islam agar masyarakat dapat merefleksikan dan mengaktualisasikan pemahaman, penghayatan dan pengamalan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sangat perlu ditingkatkan.
Untuk meningkatkan SDM serta kualitas Penyuluh Agama maka Seksi Bimbingan Masyarakat Islam perlu mengadakan Pembinaan Penyuluh Agama.

1.11. Pemutakhiran data Bimbingan Masyarakat Islam
Pemutakhiran data pada suatu organisasi sangatlah penting karena data merupakan sumber dari segala informasi. Tujuan Kegiatan pemutakhiran data Bimas Islam adalah untuk membuat base data keseluruhan yang ada pada Bimas Islam, di antaranya adalah data nikah/rujuk KUA Kecamatan, data KUA, data penyuluh, data kepala KUA dan penghulu di lingkungan Kementerian Agama Kantor Kota Tangerang.

Untuk menghasilkan data Bimas Islam yang valid maka perlu diadakan kegiatan Pemutakhiran Data Bimas Islam.

1.12. Pendataan Majelis Taklim
Majelis Taklim merupakan lembaga pendidikan non formal yang telah eksis sejak lama sehingga keberadaan majelis taklim di Indonesia sangatlah penting . Pendataan majelis taklim sangatlah penting selain untuk mengetahui jumlah majelis taklim yang ada di Kota Tangerang dan juga untuk memudahkan penyelarasan pembinanya.

1.13. Peran Serta dalam Penyelenggaraan MTQ Tingkat Kota Tangerang
Salah satu tujuan kegiatan MTQ adalah meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang Al-Qur’an serta memperkuat pemahaman generasi muda terhadap Al-Qur’an sebagai sarana untuk membangun generasi muda Qur’ani yang memiliki kadar iman yang tinggi.

Seksi Bimas Islam di bawah struktur Kantor Kementerian Agama sebagai Instansi horizontal dengan Pemerintah Daerah selalu ikut berperan aktif dalam setiap penyelenggaraan MTQ tersebut baik tingkat kota maupun tingkat provinsi.