Program Kerja Seksi Pendidikan Madrasah

NO.
URAIAN
VOLUME
1 Sosialisasi Peningkatan Mutu Kelembagaan dan Regulasi RA
Dalam upaya untuk meningkatkan kembali produktivitas kerja, Seksi Pendidikan Madrasah menyelenggarakan kegiatan Peningkatan mutu kelembagaan yang berlangsung selama 3 kegiatan. Tujuannya adalah:

  1. Meningkatkan wawasan pegawai akan tugas pokok dan fungsi pegawai
  2. Meningkatkan semangat dan etos kerja
  3. Menggali dan mengembangkan potensi diri serta kerjasama antar pegawai

Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengembangan Kelembagaan ini adalah metode ceramah,dan diskusi.Ceramah di gunakan untuk membuka wawasan Pegawai akan tugas pokok dan fungsi lembaga.sedangkan metode diskusi digunakan untuk menggali permasalahan dan menemukan solusi/pemecahan dalam melaksanakan tugas Kelembagaan.

Fasilitator dan pemateri dalam kegiatan ini adalah tim dari berbagai unsur,yaitu pejabat struktural pada Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang. Setelah mengikuti kegiatan Pengembangan Kelembagaan ini diharapkan semua pegawai dapat mengembalikan semangat dan etos kerja,memunculkan dan mengembangkan potensi diri,serta meningkatkan kembali kekompakan dan kerjasama tim untuk mencapai kinerja lembaga yang baik.

3 Kegiatan
2 Workshop Peningkatan Kualitas Mutu Guru MI
Guru sebagai agen pembelajaran juga harus bisa menjadi agen perubahan (Agent of Change).oleh karena itu,upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) guru sangat diperlukan dengan mengikuti berbagai pendidikan,pelatihan,workshop,lokakarya atau keikut-sertaan dalam forum-forum ilmiah seperti seminar,diskusi dll. Selain itu juga bisa dengan mangakses informasi dari berbagai referensi yang bersumber dari buku,media cetak atau dari media elektronik.

Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM guru di Madrasah Ibtidaiyah Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang melalui Seksi Pendidikan Madrasah, upaya positif suportif selalu dilakukan.Fasilitas komputer dan internet sedang di upayakan sebagai media dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)

Seksi Pendidikan Madrasah berusaha meningkatkan kualitas SDM guru dengan mendelegasikan dalam berbagai kegiatan, dalam hal Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) para guru juga tidak mau ketinggalan jaman.Sehingga dalam meningkatkan potensi diri bidang TIK para guru di upayakan dapat mengikuti Seminar Dan lokakarya Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi.guru harus selalu meningkatkan kualitas diri dan menjaga kualitas madrasah dengan selalu belajar dan belajar.Dalam berbagai bidang guru harus bisa menjadi barisan terdepan dalam memberikan inspirasi dan pencerahan kepada peserta didik khususnya dan masyarakat sekitar pada umumnya.”Belajar adalah proses yang tak pernah berhenti”(Qomaruddin,S.Pd.)

Maksud dan tujuan

  1. Memberikan pemahaman kepada Guru Madrasah Ibtidaiyah dalam meningkatkan pemahaman dalam kualitas belajar dan mengajar peserta didik.
  2. Mutu Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah dapat menunjukan identitas diri sebagai Lembaga Pendidikan Lainnya.
  3. Dapat bertambah kualitas dan profesionalitas Keapala dan Guru Madrasah Ibtidaiyah yang dapat berkompetisi dengan baik terhadap lembaga-lembaga pendidikan lainnya;
1 Kegiatan
3 Workshop Peningkatan Kualitas Mutu Guru MTs
Pelaksanaan Pengembangan Profesi Guru Di MTs ini dilakukan mulai dari wadah pembinaan intern sekolah,pembinaan intern terhadap guru-guru adalah salah satu tugas dari kepala sekolah di dalam meningkatkan professional guru.

Karena berat dan besarnya tanggung jawab yang diemban oleh seorang guru dalam rangka memaksimalkan peran dan fungsinya tersebut,maka sebagai seorang yang bukan hanya memberi,namun harus dapat membina,mengarahkan,serta membimbing anak didiknya,maka ia harus terus berupaya untuk dapat meningkatkan kualitas profesi dan dirinya secara terus menerus agar dapat menjadi seseorang pendidik yang professional.

Pengembangan profesi guru pada dasarnya untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,dan sertifikasi mengajar bagi kelulusan non LPTK.

Pengembangan profesi guru di MTs diarahkan pada pembinaan guru melalui wadah MGMP dan MKKS.keberadaan adanya wadah pengembangan dan pembinaan serta peningkatan guru dan kepala sekolah,seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS),hal tersebut adalah merupakan salah satu program yang dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan mutu profesional guru termasuk kepala sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di MTs.

Keberadaan adanya MGMP dapat memberikan manfaat bagi upaya peningkatan kualitas dalam proses belajar mengajar dalam rangka mengatasi berbagai kesulitan yang diperoleh guru dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. Tujuan Pelaksanaan Kegiatan in sebagai berikut:

  1. Menumbuhkan kegairahan guru untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam.
  2. Mempersiapkan,melaksankan dan mengevaluasi program belajar mengajar atau kegiatan di sekolah,
  3. Menyetarakan kemampuan dan kemahiran guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar atau bimbingan sehingga dapat menunjang usaha peningkatan pemerataan mutu pendidikan
  4. Mendiskusikan segala permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari dan mencari penyelesaian yang sesuai dengan karaktristik mata pelajaran atau bimbingan yang bersangkutan.
  5. Saling tukar informasi dan saling tukar pengalaman dalam rangka mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi serta pengembangan metode dan teknik mengajar atau membimbing
1 Kegiatan
4 Pembinaan Pengawas
Dalam pembinaan pengawasan ini tujuan yang ingin dicapai ada dua sasaran yaitu guru dan kepala sekolah.
1.Meningkatkan mutu kinerja guru
  • Membantu guru merumuskan tujuan pembelajaran dalam RPP yang mencakup indikator ketercapaian dan hasil belajar peserta didik.
  • Membantu guru menyusun bahan ajar disusun dari yang sederhana ke kompleks,mudah ke sulit dan/atau konkrit ke abstrak sesuai dengan tujuan pembelajaran
  • Membantu guru meningkatkan kompetensi dalam menyesuaikan materi yang di sampaikan dengan bidang studi lainnya,
  • Membantu guru meningkatkan kompetensi untuk mengaitkan materi yang di sampaikan dengan bidang studi lainya,
  • Membantu guru meningkatkan kompetensi dalam menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan kompetensi yang akan di capai
  • Membantu guru meningkatkan kompetensi dalam melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual
  • Membantu guru meningkatkan kompetensi dalam pembuatan dan pemanfaatan sumber atau media pembelajaran dengan melibatkan peserta didik.
  • Membantu guru meningkatkan kompetensi dalam menumbuhkan partisipasi aktif siswa melalui guru,siswa,sumber belajar
  • Membantu guru meningkatkan kompetensi dalam merencanakan jenis penilaian dan teknik penilain sesuai dengan tujuan pembelajaran dalam RPP yang akan dicapai
  • Membantu guru meningkatkan kompetensi dalam merancang penilaian portofolio dalam bentuk pemberian tugas terstruktur
  • Membantu guru meningkatkan kompetensi dalam melakukan analisis hasil evaluai belajar untuk menyempurnakan pelaksanaan pembelajaran
  • Membantu guru meningkatkan kompetensi dalam menyusun program pelaksanaan remedy dan pengayaan
  • Tujuan yang ingin dicapai kepala sekolah adalah sebagai berikut
  1. Membantu kepala sekolah dalam menyusun RKJM/RKAS yang disepakati pemangku kepentingan,tujuan kegiatan teruktur,memenuhi skala prioritas,pengelokasian anggaran jelas,meliputi BSNP, Instrumen evaluasi program dan/atau EDS.
  2. Membantu kepala sekolah dalam menyusun program pengembangan sekolah mengandung target pencapaian pada indikator keunggulan khas satuan pendidikan,kerja sama tim,dan data realisasi target yang meningkat dari pada pencapaian sebelumnya.
  3. Membantu kepala sekolah dalam membuat struktur organisas yang di lengkapi dengan distribusi dan deskripsi pembagian tugas sesaui kriteria, pembentukan tim kerja catatan penilaian dan perbaikan hasil kinerja tim,dan rekomendasi perbaikan pelaksanaan kegiatan,
  4. Membantu kepala sekolah dalam menyusun KTSP sesuai dengan kalender pendidikan tingkat sekolah,surat keputusan pembagian tugas mengajar,aturan akedemik,jadwal pelajaran dalam rangka memenuhi standar isi,proses,penilaian,SKL,pengembangan karakter,evaluasi keterlaksanaan dan ketercapaian target penerapan KTSP,
  5. Membantu kepala sekolah dalam menyusun program dan instrument supervisi tentang pemantauan perencanaan,pelaksanaan,dan penilaian pembelajaran
  6. Membantu kepala sekolah dalam menyusun laporan tindak lanjut hasil supervisi sebagai dasar pelaksanaan pembinaan guru,

2. Strategi,Metode,dan Teknik
2.1. Strategi

Strategi dalam kepengawasan ini untuk membina guru dan kepala sekolah adalah :

  • Meneliti dan mengamati pelaksanaan tugas kepala Sekolah dan guru
  • Menentukan apakah pelaksanaan tugas suatu sekolah baik atau buruk
  • Memperbaiki hal-hal yang di anggap kurang sesuai dengan harapan supervisor
  • Memberikan bantuan kepada kepala sekolah dan guru untuk mengadakan perbaikan pelaksanaan tugasnya
  • Mengadakan kerja sama dengan kepala sekolah dan guru untuk menciptakan situasi belajar mengajar yang lebih baik.

2.2. Metode

Metode yang di gunakan adalah:

  • Monitoring
  • Evaluasi
  • Refleksi

2.3. Teknik

Teknik yang digunakan adalah:

  • Observasi kelas;
  • Pertemuan individu
  • Diskusi kelompok;
  • Tukar menukar pendapat

3. Skenario Pembinaan
Langkah-langkah pelaksanan pembinaan
1. Pra pembinaan

Teknik yang digunakan adalah:

  • Pengawas menyampaikan jadwal kedatangan dan materi pembinaan di sekolah binannya.
  • Pengawas menyiapkan materi pembinaan setiap sekolah binan sesuai dengan kekurangan yang di alami hasil penilaian dan pemantauan tahun sebelumya.

2. Pelaksanaan Pembinaan

Teknik yang digunakan adalah:

  • Pengawas menyampaikan materi yang akan dibahas kepada kepala sekolah dan guru
  • Pengawas meminta pendapat kepala Sekolah dan guru tentang materi yang disampaikan
  • Pengawas menjelaskan materi yang berhubungan kekurangan yang di alami oleh guru dan kepala sekolah
  • Pengawas memberikan kesempatan kepada guru dan kepala sekolah bertanya yang berhubungan dengan materi yang dibahas
  • Pengawas memberikan penjelsan ulang sesuai yang ditanyakan guru dan kepala sekolah

3. Pasca pembinaan
Pengawas memberikan tugas kepada guru dan kepala sekolah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai baik secara terstruktur maupun tidak terstruktur.
a. Tugas terstruktur

Teknik yang digunakan adalah:

  • Guru ditugaskan menyusun RPP dan bahan ajar
  • Guru dan kepala sekolah diberikan kesempatan melakukan refleksi yang berhubungan dengan PKB

4. Dasar Hukum
Dasar Hukum yang digunakan dalam penyusunan program pembinaan guru dan kepala sekolah adalah:

Teknik yang digunakan adalah:

  1. Peraturan Pemerintahan Nomor 19 Tahnn 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan ;
  2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Pengawas Sekolah;
  3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar proses
  4. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Refomasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;
  5. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 tentang jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya;
  6. Supervisi Akademik tentang suplemen Materi Pelatihan Penguatan Kemampuan Pengawas Sekolah;
1 Kegiatan
5 Subsidi Tunjangan Fungsional Guru PNS dan Non PNS
2.948 Orang
6 Subsidi Tunjangan Fungsional Guru PNS dan Non PNS
821 Orang