Program Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren

5.1 Sosialisasi Peraturan Pendidikan Keagamaan
Seksi PD Pontren perlu mengadakan sosialisasi tentang peraturan pendidikan keagamaan pada lembaga pendidikan keagamaan Islam yang berada di masyarakat, sebagaimana menurut Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2007 adalah untuk mempersiapkan peserta didik dalam penguasaan pengetahuan tentang ajaran agama dan atau ahli ilmu agama dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya. Berdasarkan PP 55 di atas PP 55 di atas, Pendidikan kegamaan Islam bertujuan untuk membentuk peserta didik yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan atau menjadi ahli ilmu agama yang berwawasan luas, kritis, kreatif, inovatif, dan dinamis dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia.

5.2 Workshop Peningkatan Kapasitas Lembaga Pendidikan Keagamaan
Pendidikan Keagamaan secara eksplisit diakui keberadaannya ketika diundangkannya UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sederet konsekwensi mengikuti statemen perundangan tersebut, sehingga berbagai upaya dilakukan. Di antaranya termasuk usaha peningkatan kapasitas lembaga pendidkan keagamaan. Termasuk dalam lembaga Pendidikan Keagamaan adalah: TPQ, TKQ, MDT dan Pondok Pesantren.

5.3 Workshop Peningkatan Kualitas Pendidikan Diniyah Takmiliyah
Madrasah Diniyah Takmiliyah adalah salah satu lembaga pendidikan kegamaan islam bersifat non formal, yang diselenggarakan secara klasikal sebagai penyempurnaan pendidikan agama islam bagi siswa sekolah umum, dimana workshop peningkatan kualitas pendidikan diniyah takmiliyah dilaksanakan bertujuan antara lain:

  • Mampu memberikan kemampuan dasar kepada peserta didik agar dapat mengembangkan kehidupannya sebagai muslim yang beriman, bertakwa, beramal saleh dan berakhlak mulia. Serta menjadi pribadi yang percaya diri sehat jasmani dan rohani.
  • Membina santri agar memiliki pengalaman, pengetahuan, ketrerampilan beribadah dan sikap terpuji yang berguna bagi pengembangan pribadinya.
  • Membina santri agar memilki kemampuan untuk dapat melaksanakan tugas hidupnya dalam masyarakat dan berbakti kepada Allah SWT guna mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

5.4 Workshop Peningkatan Kualitas Pelayanan Tenaga Kependidikan
Bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan kegamaan islam melalui madrasah diniyah takmiliyah, Taman Pendidikan Alquran dan Pondok pesantren sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan untuk meningkatkan peran pendidik dan tenaga kependidikan pada madrasah diniyah takmiliyah, Taman Pendidikan Alquran dan Pondok pesantren maka perlu dilaksanakan kegiatan workshop peningkatan kualitas pelayanan tenaga kependidikan, karena untuk meningkatkan mutu pendidikan, salah satu kunci yang harus diperhatikan adalah kualifikasi akademik dan kompetensi guru (pendidik).

Di samping guru, tenaga kependidikan juga merupakan bagian penting dalam Diniyah Takmiliyah. Tenaga kependidikanlah yang memfasilitasi kegiatan pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Tanpa kehadiran mereka, maka sulit dibayangkan bagaimana pendidikan dapat dijalankan dengan baik.

5.5 Workshop Peningkatan Mutu dan Pelayanan Pendidikan
Untuk meningkatkan mutu dan pelayanan pendidikan keagamaan, maka perlu diadakan kegiatan workshop pada lembaga pendidikan keagamaan, seiring perkembangan zaman dan tuntutan kebutuhan ide-ide pembaharuan pendidikan agama, agar mutu dan pelayanan dapat ditingkatkan dan tujuan pendidikan dapat tercapai. Sasarannya adalah guru-guru, Kepala Sekolah dan Pimpinan Pada Pondok Pesantren, MDT dan TPQ termasuk para tutor program kesetaraan paket dan program wajar Dikdas 9 tahun.

5.6 Sosialisasi Dana BOS PPS Ula dan Wustha
Sejalan dengan diberlakukannya Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang kemudian ditindaklanjuti oleh Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2006 Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara, benar-benar mengisyaratkan bahwa Pendidikan yang dikelola oleh Kementerian Agama RI mempunyai hak yang sama dengan pendidikan yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Keduanya mempunyai hak dan kewenangan yang sama dalam menangani Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Di antara pendidikan yang dikelola oleh Kementerian Agama terdapat Pondok Pesantren. Bagi Pondok Pesantren yang menyelenggarakan program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun tingkat ula dan wustha berhak mendapatkan bantuan operasional sekolah.porsi APBN. Oleh karenanya, para pengelola program wajardikdas pada pondok pesantren perlu mendapatkan informasi yang benar tentang BOS tersebut. Maka sosialisasi BOS tahun anggaran 2015 sangat perlu untuk dilaksanakan.

5.7 Sinkronisasi dan Evaluasi Program Pendidikan Keagamaan
Seksi PD Pontren merasa perlu mengadakan evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah, Taman pendidikan Alqur’an dan Pondok Pesantren untuk mengetahui sejauh mana program yang telah dicapai dan program mana yang belum terlaksana, sehingga menjadi barometer pada penentuan program kerja berikutnya. Evaluasi harus meliputi;

  • Program Kelembagaan
  • Program Ketenagaan
  • Program Edukatif/ Pembelajaran
  • Evaluasi Sarana dan prasarana

5.8 Verifikasi dan Evaluasi Data EMIS Pontren
Kegiatan Verifikasi dan Evaluasi Data EMIS (Education Management for Information System) pada Pontren, MDT dan TPQ/TKQ di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang perlu dilaksanakan, dimana Kegiatan Verifikasi dan evaluasi tersebut bertujuan agar:

  • Memberikan pengarahan tentang cara mengisi data EMIS tahun 2015 bagi beberapa kepala madrasah diniyah, taman pendidikan Al- Qur’an dan pimpinan pondok pesantren se-Kota Tangerang.
  • Memberikan informasi kekinian tentang teknologi EMIS.
  • Mendapatkan data yang akurat dan aktual dalam bidang pendidikan keagamaan pada madrasah diniyah, taman pendidikan al-Qur’an dan pondok pesantren.