TAWASSUL DAN SHALAWAT PENOLAK WABAH PENYAKIT

HARI IBUJum’at, 21 Februari 2020 M/ 27 Jumadil Akhir 1441 H.

Oleh :A. Hasanuddin. HR.

“Tawassul Dan Shalawat Penolak Wabah Penyakit”

Beberapa hari terakhir ini, dunia digegerkan dengan adanya wabah virus corona (Novel Coronavirus) yang pertama kali diketahui menyerang warga Wuhan, Cina. Virus ini telah menelan korban ratusan orang meninggal di Wuhan dan ribuan orang terserang penyakit yang sangat berbahaya ini.
Ada beberapa tawassul dan do’a sholawat atas Nabi صلى الله عليه وسلم
yang oleh para ‘ulama dianjurkan dibaca ketika terjadi wabah penyakit yang sedang menyerang untuk memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah agar terhindar dari wabah tersebut. Diantaranya dengan membaca sya’ir berikut:

لى خمسة اطفى بها #
حر الوباء الحاطمة.
المصطفى والمرتضى #
وابناهما والفاطمة.

“Aku memiliki lima orang yang dengan sebab mereka aku meredam panasnya wabah yang membinasakan; Nabi yang terpilih, sayyidina Ali Al-Murtadho, kedua orang putra keduanya dan sayyidah Fatimah”

Dikatakan bahwa sya’ir ini mujarab untuk menolak wabah. (Dikutip dari kitab Taqrirot pelajaran Ilmul ‘Arud MHM Lirboyo Kediri pada kutipan “مهمة” dan Kitab Sa’adatud Daroin Fi As-Sholatu ‘ala Sayyidil Kaunain, karya Al-Imam Yusuf bin Isma’il An-Nabhani, hal. 627)

Dan Sholawat :

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد صلاة تدفع عنا بها الطعن والطاعون يا من امره اذا اراد شيءا ان يقول له كن فيكون.

“Ya Allah! Limpahkanlah sholawat ta’dzim-Mu atas pemimpin kami nabi Muhammad dan atas keluarga pemimpin kami nabi Muhammad, dengan shalawat yang Engkau Menolak dari kami dengan sebabnya akan tikaman (fitnah) dan thoun/wabah. Wahai Dzat Yang urusan-Nya apa bila Dia berkehendak akan sesuatu maka Dia berfirman kepadanya; “Jadilah! Maka jadilah.” (Dikutip dari
kitab Sa’adatud Daroin fi As-Sholat ‘ala Sayyidil Kaunain, hal. 629).

Sahabat-Sahabat
رحمكم الله

Dalam Al-Qur’an Allah تعالى berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya” (QS. Al-Maa-idah (5) : 35)

Menurut Ibnu Katsir, salah satu dari arti Wasilah ( وسيلة ) ialah:
“Sesuatu/sarana yang digunakan untuk menghasilkan sesuatu yang dimaksud.” (Tafsir Ibnu Katsir. Juz. II. hal. 590)

Menurut Al-‘Alamah sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki: “Sesungguhnya Tawasul adalah salah satu jalan do’a dan salah satu pintu dari beberapa pintu untuk menghadap kepada Allah
سبحانه و تعالى
Maka yang dituju yang asli dan hakiki adalah Allah سبحانه وتعالى. Sedangkan yang digunakan untuk bertawasul sesungguhnya hanya sebatas perantara dan wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى. Siapa orang yang mengitikadkan selain demikian maka sungguh dia telah Musyrik” (Ma fahim. hal. 59. Cet. Daru Jawami’il Kalim)

Menurut ‘Alamah hadhroh Jamil Afandi: “Tidak ada perbedaan dalam (bolehnya) tawassul dengan para Nabi dan selain mereka dari orang-orang yang sholeh antara keberadaan beliau-beliau masih hidup atau sudah wafat. Karena sesungguhnya beliau-beliau dalam dua keadaan tersebut tidak bisa menciptakan sesuatu apapun dan tidaklah ada bagi beliau-beliau bisa memberikan pengaruh (ta’tsir) pada suatu apapun. Sesungguhnya yang menciptakan, mengadakan dan memberikan pengaruh (ta’tsir) hanyalah Allah تعالى, tidak ada sekutu bagi-Nya pada kesemuanya itu.” (Al-Fajrusshodiq. hal. 57)

“Semoga Dengan Bertawassul Dan Bersholawat Atas Nabi
صلى الله عليه وسلم
Dan Keluarga Beliau, Kita Semua Dan Keluarga Kita Diselamatkan Dan Dihindarkan Oleh Allah Dari Segala Macam Bentuk Bala, Wabah, Mushibah Dan Fitnah

امين يارب العالمين

والله اعلم بالصواب

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
Semoga Bermanfa’at. #Editor Hasan*69

Check Also

KEGIATAN PELATIHAN MANAJEMEN PERKANTORAN TEROTOMASI RESMI DITUTUP

KEMENAG KOTA TANGERANG NEWS. Kasubbag Tata Usaha kantor Kementerian Agama kota Tangerang H. Samsudin secara …