UNGKAPAN DUKA ATAS WAFATNYA PARA ULAMA

Secangkir ☕ Kopi Dhuha

Jum’at, 15 Januari 2021 M./ 02 Jumadil Tsani 1442 H.

Oleh :A. Hasanuddin. HR.

“Tepi-Tepi Dunia Terasa Semakin “Menyempit” (Berkurang)”
(Ungkapan Duka Atas Wafatnya ‘Ulama (Para Kyai)

“Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah, lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya?…” (QS. Ar-Ra’d (13) : 41)

Dalam kurun waktu beberapa bulan ini, umat Islam di Indonesia khususnya, telah banyak ditinggal wafat oleh ‘Ulama (para Kyai).
Sebuah “mushibah” tersendiri yang tidak bisa tergantikan bagi umat Islam ketika ditinggal wafat oleh ‘Ulama (para Kyai) yang menjadi pembimbing dan panutannya;

“Kematian seorang ‘alim adalah mushibah yang tidak bisa digantikan, kebocoran yang tidak bisa ditambal dan (sinar) bintang yang terhapus (padam). Kematian satu qobilah lebih ringan daripada kematian seorang ‘alim.” (HR . Thobroni dari Abi Darda).

Karena keberadaan ‘Ulama (para Kyai) bagi umat Islam laksana sinar bintang yang bercahaya di langit yang bisa memberikan petunjuk terhadap orang yang membutuhkan . Telah diriwayatkan dari Hasan Al-Bashri رحمه الله تعالى
“Perumpamaan ‘Ulama adalah seperti (cahaya) bintang-bintang. Apabila (cahaya) bintang-bintang itu tampak, maka mereka bisa mendapatkan petunjuk, dan apabila bintang-bintang itu gelap (tidak lagi bercahaya) maka mereka akan menjadi kebingungan. Kematian seorang alim adalah sebuah kebocoran dalam Islam yang tidak bisa ditambal oleh suatu apapun selagi datang silih bergantinya malam dan siang.” (Tanbihul Ghofilin. hal. 160)

Berkata syeikh Robi’ : ‘Ulama adalah laksana lampu penerang zaman. Setiap orang ‘alim adalah lampu penerang zamannya, yang mengambil cahaya darinya setiap ahli zamannya.” (Syarah Muroqil ‘Ubudiyah. hal. 5)

Dalam salah satu penafsiran surat Ar-Ra’d ayat 41di atas; bahwa yang dimaksud dengan “dikurangi tepi-tepinya bumi” adalah; “wafatnya ‘Ulama, orang-orang mulia, orang-orang besar dan orang-orang sholeh.” (Tafsir As-Showie. Juz. II. hal. 278)

Berkata Ibnu ‘Abbas dalam menafsirkan ayat tersebut pada sebuah riwayat yang lain:
“Rusaknya bumi itu disebabkan wafatnya ‘ulamanya dan ahli fiqihnya dan ahli kebaikan darinya.” (Tafsir Ibnu Katsir. Juz. II. hal. 990).

Karena itu, sebuah keharusan bagi umat Islam untuk “merasa berduka” dengan banyak nya ‘Ulama (para Kyai) yang telah meninggalkan kita semua;

“Siapa orang yang tidak merasa berduka dengan sebab wafatnya seorang ‘alim maka dia adalah orang munafiq” (Syarah Muroqil ‘Ubudiyah. hal. 5)

Sahabat-Sahabat رحمكم الله

Ahmad bin Ghozali, dalam sebuah syairnya mengatakan:
“- Bumi akan hidup selagi masih hidup orang ‘alimnya#
– Ketika seorang ‘alimnya wafat dari bumi itu, maka mati pulalah satu tepinya.
– Seperti bumi yang subur ketika air hujan bertempat padanya #
– Ketika hujan itu tidak mau bertempat maka kembalilah kerusakan pada tepi-tepi sekelilingnya. (Tafsir Ibnu Katsir. Juz. II. hal. 990)

Mari kita berdo’a dan berharap; semoga segera Allah lahirkan kembali ‘Ulama (para Kyai) yang akan menghidupkan kembali tepi-tepi bumi yang “terasa menyempit (berkurang)” dan mati.
Sebagaimana ucapan sayyidina Ali
رضى الله تعالى عنه:
“Apabila mati seorang ‘alim, maka bocorlah dalam Islam satu kebocoran. Tidak bisa menambal akan kebocoran itu kecuali generasi penerusnya.” (Ihya ‘Ulumuddin. Juz. I. hal. 18)

“Semoga Semua ‘Ulama (Para Kyai) Yang Telah Berpulang Ke Haribaan Allah, Diterima Semua Amal Ibadah Dan Kebaikannya, Diampuni Semua Kesalahan Dan Kekhilafannya, Arwah Beliau-Beliau Ditempatkan Di Pertamanan Surga-Nya. Dan Semoga Allah Segera Munculkan Kembali ‘Ulama (Para Kyai) Yang Akan Melanjutkan Perjuangan Mereka, Menghidupkan Kembali Tepi-Tepi Bumi Yang Mati Dan Menjadi Cahaya Penerang Gelapnya Dunia ”
“امين يارب العالمين.”

“والله اعلم بالصواب.”

-اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
-اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
-اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Semoga Bermanfa’at.
EDITOR#hasan*69

Check Also

KEGIATAN PELATIHAN MANAJEMEN PERKANTORAN TEROTOMASI RESMI DITUTUP

KEMENAG KOTA TANGERANG NEWS. Kasubbag Tata Usaha kantor Kementerian Agama kota Tangerang H. Samsudin secara …